• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
  • English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

    Trick Google

    Rabu, 22 Desember 2010
    Trick Google > Untuk Mendapatkan File Jenis Apapun Secara Gratis

    hacker
    Sepintas di dunia internet, banyak sekali kegiatan hacking lewat google untuk mendapatkan file tersembunyi. FIle – file tersebut seharusnya dirahasiakan dan tidak boleh disebarkan. Tetapi, melalui google hacking itu semua dengan mudah kita ambil. Memang Google satu satunya search engine top! Disini, saya hanya akan membantu anda dengan cara – cara dasar untuk hacking google supaya mendapatkan file apapun secara gratis. Tidak cara yang susah susah, karena berbahaya bagi kanker, janin, kelamin, kehamilan dan lainnya. Nah, file apa saja yang bisa kamu dapatkan? contohnya adalah file video, music, ebook, film, dokumen, arsip zip dan masih banyak lainnya. INgat..ingat,,,hanya trik dasar saja ya ! Baca selanjutnya…

    Berikut cara caranya :

    Googling E-Book.

    +(”index of”) +(”/ebooks”|”/book”) +(chm|pdf|zip|rar) +apache

    Keterangan :
    Adalah Query yang menghasilkan Index ebook di server yang berbasis
    Apache

    allinurl: +(rar|chm|zip|pdf|tgz|lit) judul buku

    Keterangan :
    Ganti “judul buku” dengan buku yang ingin dicari. Jika ingin mencari
    “Wiro Sableng”, ganti “judul buku” dengan Wiro Sableng. Cara ini
    digunakan jika benar-benar mengetahui judul buku yang dicari.

    Googling Warez :

    “parent directory ” Xvid -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums

    “parent directory ” MP3 -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums

    “parent directory ” applications -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums

    “parent directory ” Gamez -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums

    “parent directory ” DVDRip -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums

    Keterangan :
    Ganti Kata yang tebal dengan query.
    Contoh, jika ingin mencari Limewire maka ganti “applications” dengan
    Limewire. jika ingin mencari lagu dari Deep Purple berjudul Child In
    Time, ganti “MP3? dengan Child in Time atau jika ingin mencari
    lagu-lagu
    Deep Purple tinggal ganti “MP3? dengan Deep Purple.

    Googling MP3 :

    ?intitle:index.of? mp3

    Keterangan :
    Jika ingin mencari Led Zeppelin maka query-nya akan seperti ini
    ?intitle:index.of? mp3 led zeppelin

    Googling file di megaupload :

    Untuk mencari File Video ketik :

    avi|mpg|mpeg|wmv|rmvb site:megaupload.com

    Untuk mencari File musik ketik :

    mp3|ogg|wma site:megaupload.com

    Untuk mencari archive dan program ketik :

    zip|rar|exe site:megaupload.com

    Untuk mencari ebooks ketik :

    pdf|rar|zip|doc|lit site:megaupload.com

    Googling file di rapidshare :

    Untuk mencari File Video ketik :

    avi|mpg|mpeg|wmv|rmvb site:rapidshare.de

    Untuk mencari File musik ketik :

    mp3|ogg|wma site:rapidshare.de

    Untuk mencari archive dan program ketik :

    zip|rar|exe site:rapidshare.de

    Untuk mencari ebooks ketik :

    pdf|doc|lit|rar|zip site:rapidshare.de

    Keterangan :
    Untuk Googling di Megaupload dan rapidshare bisa langsung meletakkan apa
    yang diinginkan di bagian pertama.
    Contoh:
    Jika ingin mencari DA VINCI CODE ebook gunakan query ini
    da vinci code pdf|doc|lit|rar|zip site:rapidshare.de
    (ini jika kita benar-benar tahu judul bukunya).

    DAN UNTUK GOOGLE HACKING LAINNYA :

    1. Ketikkan URL atau kriteria pencarian setelah titik dua.

    Perintah ext: [Mencari file tipe tertentu.]
    exp = “ext:doc”

    Perintah related: [Menampilkan website dengan tema serupa.]
    exp = “related:yahoo.com”
    Perintah site: [Menampilkan sub-site.]
    exp = “site:yahoo.com”

    Perintah allinurl: [Menampilkan semua URL.]
    exp = “allinurl:yahoo”

    Perintah allintitle: [Menampilkan semua istilah baris judul.]
    exp = “allintitle:yahoo.com”

    Perintah define: [Menjelaskan istilah.]
    exp = “define:virus”

    Perintah link: [Menampilkan popularitas website.]
    exp = “link:namahomepage”

    Perintah filetype:torrent [Menampilkan file tipe tertentu.]
    exp = “batman filetype:torrent”

    Perintah movie: [Menampilkan info film.]
    exp = “movie:batman”

    Perintah daterange: [Menampilkan website yang baru diindeks.]
    exp = “daterange:(2006-01-01)(2006-02-02)”

    Keterangan :
    Jangan ada spasi antara perintah dan istilah.
    sumber : http://hengky-ez.blogspot.com/2010/11/trick-google.html

    Evolusi Perkembangan Teknologi Informasi

    Richardus Eko Indrajit
    EMPAT ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER
    Tidak dapat disangkal bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah menerobos batas-batas fisik antar negara. Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau informasi yang pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.

    Tidak berlebihan jika salah satu pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar Amerika !”. Secara mikro, ada hal cukup menarik untuk dipelajari, yaitu bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara signifikan mempengaruhi persaingan antara perusahaan-perusahaan di dunia, khususnya yang bergerak di bidang jasa. Secara garis besar, ada empat periode atau era perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari pertama kali diketemukannya komputer hingga saat ini. Keempat era tersebut (Cash et.al., 1992) terjadi tidak hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, namun didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern. Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi informasi di era modern. Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak perusahaan terutama di negara berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya faktor-faktor budaya lokal atau setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang tercanggih, namun masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun 1960-an.

    ERA KOMPUTERISASI
    Periode ini dimulai sekitar tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Kemampuan menghitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk keperluan pengolahan data (data processing). Pemakaian komputer di masa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa. Pada era tersebut, belum terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif sedikit. Kebanyakan dari perusahaan perusahaan besar secara tidak langsung “memonopoli pasar-pasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti. Hampir semua perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatan administrasinya sehari-hari. Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe untuk melakukan perhitungan rumit juga dimanfaatkan perusahaan untuk membantu menyelesaikan problem-problem teknis operasional, seperti simulasi-simulasi perhitungan pada industri pertambangan dan manufaktur.

    ERA TEKNOLOGI INFORMASI
    Kemajuan teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa komputer memasuki masa-masa “revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti mini computer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh komputer (dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan mini computer, bahkan mainframe). Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi” Divisi EDP (Electronic Data Processing)
    perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end-user computing). Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monompoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual. Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa.

    Teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai manajemen perubahan (change management). Hampir di semua kerangka teori manajemen perubahan ditekankan pentingnya teknologi informasi sebagai salah satu komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam persaingan bisnis. Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan ini yang lebih ditekankan adalah sistem informasi, dimana komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut. Kunci dari keberhasilan perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat. Informasi di dalam perusahaan dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis). Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated free market”. Di dalam periode ini, perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional ke perusahaan modern terletak pada bagaimana manajemen melihat kunci kinerja perusahaan. Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi atau departemen. Dalam teori organisasi modern, dimana persaingan bebas telah menyebabkan customers harus pandai-pandai memilih produk yang beragam di pasaran, proses penciptaan produk atau pelayanan (pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan ini sering diasosiasikan dengan istilah-istilah manajemen seperti “market driven” atau “customer base company” yang pada intinya sama, yaitu kinerja perusahaan akan dinilai dari kepuasan para pelanggannya. Sangat jelas dalam format kompetisi yang baru ini, peranan komputer dan teknologi informasi, yang digabungkan dengan komponen lain seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM, budaya perusahaan, manajemen, dan komponen terkait lainnya, dalam membentuk sistem informasi yang baik, merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis.

    Tidak dapat disangkal lagi bahwa kepuasan pelanggan terletak pada kualitas pelayanan. Pada dasarnya, seorang pelanggan dalam memilih produk atau jasa yang dibutuhkannya, akan mencari perusahaan yang menjual produk atau jasa tersebut: cheaper (lebih murah), better (lebih baik), dan faster (lebih cepat). Disinilah peranan sistem informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, kunci dari kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi baik di dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung bersinggungan dengan pelanggan (front office). Dengan memfokuskan diri pada penciptaan proses (business process) yang efisien, efektif, dan terkontrol dengan baiklah sebuah perusahaan akan memiliki kinerja yang handal. Tidak heran bahwa di era tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an terlihat banyak sekali perusahaan yang melakukan BPR (BusinessProcess Reengineering), re-strukturisasi, implementasi ISO-9000, implementasi TQM, instalasi dan
    pemakaian sistem informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN), dan lain sebagainya. Utilisasi teknologi informasi terlihat sangat mendominasi dalam setiap program manajemen perubahan yang dilakukan perusahaan-perusahaan

    ERA GLOBALISASI INFORMASI
    Belum banyak buku yang secara eksplisit memasukkan era terakhir ini ke dalam sejarah evolusi teknologi informasi. Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak pertengahan tahun 1980-an, perkembangan dibidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial. Ketika sebuah seminar internasional mengenai internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan menjadi seperti ini. Ibaratnya mereka melihat bahwa yang ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa yang tinggi menjulang. Sulit untuk ditemukan teori yang dapat menjelaskan semua fenomena yang terjadi sejak awal tahun 1990-an ini, namun fakta yang terjadi dapat disimpulkan sebagai berikut:
    Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi. Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of information. Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi. Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.
    Tidak jarang perusahaan yang akhirnya harus mendefinisikan kembali visi dan misi bisnisnya, terutama yang bergelut di bidang pemberian jasa. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan perangkat canggih teknologi informasi telah merubah mindset manajemen perusahaan sehingga tidak jarang terjadi perusahaan yang banting stir menggeluti bidang lain. Bagi negara dunia ketiga atau yang sedang berkembang, dilema mengenai pemanfaatan teknologi informasi amat terasa. Di suatu sisi banyak perusahaan yang belum siap karena struktur budaya atau SDM-nya, sementara di pihak lain investasi besar harus dikeluarkan untuk membeli perangkat teknologi informasi. Tidak memiliki teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing dengan perusahaan multi nasional lainnya, alias harus gulung tikar.

    Hal terakhir yang paling memusingkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis. Perubahan yang terjadi tidak hanya sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat, namun karena adanya faktor-faktor external lain seperti politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya (reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan. Secara operasional, tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan para praktisi teknologi informasi dalam menyusun sistemnya. Tidak jarang di tengah-tengah konstruksi sistem informasi, terjadi perubahan kebutuhan sehingga harus diadakan analisa ulang terhadap sistem yang akan dibangun. Dengan mencermati keadaan ini, jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object Technology, Distributed Object, dan lain sebagainya.

    PERUBAHAN POLA PIKIR SEBAGAI SYARAT
    Dari keempat era di atas, terlihat bagaimana alam kompetisi dan kemajuan teknologi informasi sejak dipergunakannya komputer dalam industri hingga saat ini terkait erat satu dan lainnya. Memasuki abad informasi berarti memasuki dunia dengan teknologi baru, teknologi informasi. Mempergunakan teknologi informasi seoptimum mungkin berarti harus merubah mindset. Merubah mindset merupakan hal yang teramat sulit untuk dilakukan, karena pada dasarnya “people do not like to change”. Kalau pada saat ini dunia maju dan negara-negara tetangga Indonesia sudah memiliki komitmen khusus untuk mengambil bagian dalam penciptaan komponen-komponen sistem informasi, bagaimana dengan Indonesia? Masih ingin menjadi negara konsumen? Atau sudah mampu menjadi negara produsen? Paling tidak, hal yang harus ada terlebih dahulu di setiap manusia Indonesia adalah kemauan untuk berubah. Tanpa “willingness to change”, sangat mustahillah bangsa Indonesia dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun kembali bangsa yang hancur ditelan krisis saat ini.
    sumber : http://hengky-ez.blogspot.com/2010/11/evolusi-perkembangan-teknologi.html

    L A T E X

    TEX merupakan perangkat lunak pengolah dokumen yang terutama ditujukan menghasilkan dokumen yang berisi simbol-simbol matematik. Perangkat lunak ini diciptakan oleh Donald E. Knuth pada bulan Mei 1977 sebagai bahasa pembentuk dokumen (document formatting language).

    Pada awalnya TEX diimplementasikan dengan menggunakan bahasa Pascal, namun implementasi yang banyak dipakai saat ini adalah TEX yang dituliskan dalam bahasa C. Demikian juga perintah-perintah yang ada dalam implementasi TEX yang digunakan saat ini sudah jauh berbeda dengan yang dirancang oleh Knuth pada tahun 1977.

    Seringkali nama TEX dan LATEX diucapkan sebagai “teks” dan “lateks”. Pengucapan ini salah karena kata TEX sesungguhnya dibentuk dari tiga huruf Yunani (dalam huruf besar: TEX). Kata lain yang memiliki akar kata yang sama adalah “technology”. Jadi pengucapan yang benar untuk TEX dan LATEX adalah “tekh” dan “latekh”. Akar kata ini juga berarti “seni”.

    Dalam penulisan nama TEX atau LATEX, jika huruf ’E’ tidak mungkin dituliskan agak turun ke bawah atau huruf ’A’ tidak mungkin dituliskan agak naik ke atas, penulisan dilakukan sebagai TeX atau LaTeX.

    Dengan adanya LATEX2e masyarakat pengguna LATEX memiliki sistem yang baku. Versi LATEX yang sudah baku ini memiliki beberapa kekuatan, diantaranya :

    1.
    1. Tulisan ini untuk digunakan oleh pemakai yang menggunakan LATEX2e
    2. Standard yang sangat baik untuk menyiapkan tulisan teks, formula teknis, dan tabel-tabel
    3. Kemudahan penggunaan oleh penulis naskah
    4. Portabilitas dokumen pada berbagai platform
    5. Adaptabilitas terhadap banyak bahasa (multilingual support)
    6. Ketersediaan secara meluas dan bebas
    7. Dukungan dan pemeliharaan yang handal dari kelompok LATEX3 yang dipimpin oleh Frank Mittelbach.

    Kemampuan TEX

    1. Font yang digunakan oleh TEX sudah disiapkan untuk dapat memiliki resolusi mencapai 215. TEX diciptakan untuk menghasilkan buku-buku yang indah seperti yang dapat dihasilkan dari percetakan buku
    2. Simbol-simbol tertentu pada buku yang dikeluarkan percetakan berbeda dengan buku-buku hasil pengetikan biasa.
    3. Pada buku percetakan, ada beberapa kombinasi karakter yang digabungkan dan dianggap sebagai satu unit. Kombinasi ini disebut ligature

    TEX sudah menangani hal (rinci) seperti di atas secara otomatis.

    * Simbol-simbol fonetik logiciel (Fr.) [l cxis j "l], exception [ik s "p sen]
    * Not-balok (MusicTEX)
    * Huruf arab dengan ArabTEX
    * Huruf kanji

    Google Chrome OS (GoCOS)

    Mungkin para pengguna internet lebih mengenal Google sebagai search engine sebagai tempat tujuan paling di utamakan untuk mengetahui berbagai hal yang tidak di ketahui. Bukan hanya dalam hal yang berhubungan dengan computer tEtapI berbagai hal dalam aspek kehidupan dapat di temukan di sini mulai dari pendefinisian sampai berbagai pengalaman dari orang-orang lain di berbagai penjuru dunia sebagaimana kegunaan dari internet itu sendiri.

    Tetapi tidak hanya sukses sebagai search engine Google juga merambah ke berbagai sektor seperti adanya gmail yang dapat membantu anda berkirim-kiriman email. Google Calender dll tak hanya itu Google juga mengembangkan Android OS yg awal mulanya di rancang untuk kebutuhan Mobile Phone dan PDA.dalam artikel ini akan membahas tenteng Google chrome operating system atau dapat di sebutdengan GoCOS. Seperti yang dilihat dari berbagai sumber google chrome OS Sesuai namanya, sistem operasi tersebut merupakan pengembangan lanjutan proyek web browser Chrome. jika berjalan sesuai rencana,pada akhir tahun ini GoCOS akan diluncurkan ke komunitas open source. Dan pada semester ke-2 tahun 2010, netbook (laptop) sudah dapat menggunakan sistem operasi GoCOS dengan cuma-cuma alias gratis. GoCOS juga didesain dapat diinstall untuk dekstop standar (komputer).

    Di mAana tentunya Dengan platform seperti ini, maka para pengguna GoCOS akan mendapat keuntungan dari segi waktu. Akses browser internet (layanan online) dengan GoCOS akan jauh lebih cepat dari OS lain, hal ini karena tidak perlu booting (star up atau menyalakan komputer) lama. Seperti yang terjadi pada OS lain misalnya Windows OS, Mac OS, Linux OS membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terkoneksi ke internet sejak menyalaKAN komputer karena platfotm sistem operasinya tidak dibuat khusus untuk akses ke internet. Tentunya Google chrome OS ini di buat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan para pengguna netbook/notebook yang tidak bisa lepas dari mengakses internet. Sehingga GoCOS dibangun dari platform web browser.sesuai dengan kebutuhan zaman di mana saat ini teknologi berkembang pesat dari menit-ke menit. “Kecepatan, kesederhanaan dan keamanan merupakan aspek kunci dari Sistem Operasi Chrome buatan Google,” menurut pernyataan dari Google.

    Tentunya ketiga hal tersebut yang dapat di jadikan daya tarik tersendiri untuk system operasi tersebut. Selain itu ada beberapa aspek yang dapat di unggulkan dalam SO ini seperti sifatnya yang open source. Pengguna dapat dengan mudah mendapatkannya karna gratis dan berbeda dari windows yang untuk mendapatkannya ktia harus membayarnya, OS gratis ini dapat berjalan untuk sistem prosesor x86 maupun ARM.

    Lalu dari segi waktu tentunya seperti yang sudah di tuliskan di atas karna di buad Dengan platform berbasis browser, maka penggunaan GoCOS akan menghemat waktu yang cukup banyak bagi orang yang memiliki aktivitas internet/online.

    Dari segi kesederhanaannya OS ini tidak membutuhkan hardware (prosesor, memori dll) yang besar untuk beroperasi dengan cepat. Tentunya Hal yang berbeda dengan produk OS terbaru yang membutuhkan spesifikasi tinggi agar bekerja dengan kecepatan tinggi.dan yang terpenting dari segi keamanannya GoCOS ini diharapkan bebas dari virus, malware dan tidak perlu mengupdate keamanan (antivirus). Karna dalam praktek cara kerjanya Setiap aplikasi terdapat di dalam security sandbox sehingga lebih sulit bagi malware dan virus untuk menjangkiti komputer anda. Di mana unsur utama yang mencirikan Chrome adalah proses isolasi setiap tab di sandbox untuk mencegah tabrakan dari satu tab dengan yang lain dan untuk meningkatkan perlindungan dari situs-situs jahat. Dengan OS Chrome, Internet menjadi pendukung utama untuk PC Anda untuk mencatat dokumen.Namun karena Chrome OS sangat tergantung dengan koneksi internet.

    Apakah tetap dapat di gunakan jika kita tidak berada di lingkungan yang memiliki koneksi ke internet? hal itu tentunya sudah ada solusinya agar tidak menjadi kekurangan dari SO ini. Anda dapat menggunakan OS Chrome Sytem bila pengguna tidak memiliki sambungan Internet. Chrome Browser Gears mengintegrasikan secara default, sebuah teknologi yang memungkinkan para peggunanya untuk mengakses ke beberapa aplikasi seperti Google Docs, Gmail, Google Calendar, dll, yang berjalan secara langsung, bila pengguna tidak tersambung. Jadi tanpa internet kita masih dapat menulis email, surat . Dan ketika pengguna akan terhubung ke Internet lagi, maka data Anda akan disinkronisasi dan diperbarui.

    Di era informatika seperti aat ini tentunya banyak perusahaan-perusahaan IT saling berlomba lomba menemukan hal-hal baru untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat tentunya dengan meluncurkan erbagai produk-produk yang bermanfaat khususnya dalam memudahkan melakukan pekejaan dan menghemat waktu dan biaya.tentunya setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penciptaannya.

    Bahaya Teh bagi kesehatan Tubuh Manusia

    Selasa, 21 Desember 2010
    Teh..sudah tidak diragukan lagi bahwa tumbuhan yang di tanam di pegunungan ini memiliki banyak manfaat karena kandungan antioksidannya. Tapi siapa sangka (termasuk saya), bahwa dibalik manfaat-manfaat yang dikandungnya, teh juga memiliki dampak negative bagi orang-orang tertentu.
    orang-rang tersebut adalah:
    1. Pasien yang fungsi ginjalnya tidak baik dan tak dapat menahan kencing
    atau inkontinensia karena teh berfungsi melancarkan pembuangan air kemih.
    Banyak minum teh mengganggu fungsi ginjal, sehingga akan semakin
    memberatkan penyakit pasien tersebut.
    2. Wanita hamil
    Wanita yang sedang hamil membutuhkan berbagi macam gizi untuk menyuplai
    kebutuhan metabolisme tubuhnya dan juga janin dalam kandungannya. Kalau ia
    terlalu banyak minum teh, maka zat tanin atau samak dalam teh dapat
    bersenyawa dengan zat besi dalam makanan yang dikonsumsinya menjadi
    semacam kompon yang tidak diserap oleh tubuh.

    Ini selain dapat mengakibatkan anemia dan kekurangan zat besi pada wanita
    hamil, juga dapat mengakibatkan janin dalam kandungan menjadi kekurangan
    zat besi bawaan. Sehingga setelah lahir bayi juga akan menderita anemia
    dan kekurangan zat besi.
    3. Wanita yang sedang menyusui
    Wanita yang sedang menyusui sebaiknya tidak minum teh kental. Hal ini
    karena salah satu dari racun dalam teh (kafein) bisa mempengaruhi
    pengeluaran air susu, sehingga ASI menjadi berkurang, selain itu kafein
    juga bisa masuk kedalam tubuh bayi melalui air susu yang dapat
    mengakibatkan usus bayi menjadi kejang, sehingga bayi akan menangis tak
    henti2nya.
    4. Orang yang sedang demam
    Untuk orang yang sedang menderita demam, minum teh bukannya dapat
    menurunkan suhu badannya tetapi justru akan meningkatkan suhu panas
    tubuhnya. Hal ini dikarenakan theophyline yang terkandung dalam teh dapat
    meninggikan suhu badan, bahkan membuat fungsi obat penurun suhu badan
    menjadi hilang atau berkurang.
    5. Orang yang lemah saraf dan mengalami insomnia
    Para penderita penyakit ini sebaiknya tidak minum teh karena hanya akan
    semakin memperparah penyakitnya. Hal ini disebabkan kandungan kafein dalam
    teh dapat mengakibatkan bergairahnya sistem saraf dan menaikkan
    metabolisme dasar, sehingga akan membuat semakin sulit tidur dan merasa
    gelisah.
    6. Orang yang kurang darah
    Zat besi dalam makanan memasuki saluran pencernaan dalam bentuk feros
    hidrosida koloid. Zat besi dalam bentuk koloid ini tidak dapat diserap
    tubuh secara langsung. Ia harus melalui peran getah lambung barulah dapat
    diserap melalui tubuh.
    Asam tanat dalam teh sangat mudah bersenyawa dengan zat besi dan membentuk
    asam tanat feros larut yang merintangi penyerapan zat besi. Bila tubuh
    orang yang kurang darah kekurangan zat besi, hemoglobin sintetis dalam
    tubuh bisa berkurang, dan penyakitnya bisa bertambah parah.
    7. Orang yang mengalami sembelit
    Mereka pantang minum teh kental karena asam tanat dalam teh mempunyai
    peran astringen, yaitu melemahkan penggeliangan saluran usus. Bila mereka
    nekat minum teh kental maka penyakitnya akan semakin bertambah parah.
    8. Anak-anak
    Minum teh tidak terlalu baik untuk anak2, hal ini dikarenakan setelah
    minum teh anak2 akan mudah terangsang semangatnya, nafsu makannya menurun,
    selaput lendir saluran pencernaan menyusut sehingga mempengaruhi
    pencernaan makanan dan penyerapannya.

    Asam tanat dalam teh juga dapat mempengaruhi penyerapan vitamin B dan zat
    besi dalam makanan sehingga mengakibatkan menurunnya hemoglobin dan
    menuyustnya volume eritrosit, yang akan berakibat mudah terserang anemia
    atau kurang darah.
    9. Orang yang mempunyai tekanan darah tinggi dan mengidap jantung.

    Teh memang dapat membantu melindungi jantung tapi bagi yang telah terlanjur
    menderita penyakit jantung mereka harus menghindari minum teh kental,
    karena kadar kafein dalam teh bisa merangsang orang dan menaikkan tekanan
    darahnya. Bila mereka tetap minum teh maka jantungnya akan berdetak cepat,
    merasa sangat gelisah bahkan mengalami arrhythmia atau tidak adanya irama
    jantung.

    Setelah mengetahui beberapa sebab mereka pantang minum teh tentunya akan
    menjadi perhatian bagi kita. Walaupun teh juga mempunyai manfaat bagi
    kesehatan tapi efek kesehatan teh lebih bersifat sebagai preventif
    (mencegah). Dan itupun akan berarti jika teh diminum secara teratur dan
    dengan takaran yang tepat.

    Minum teh atau teh hijau memang bermanfaat untuk tubuh, namun ada masa dimana minum teh perlu dikurangi. Mirip dengan anjuran orang-orang tua untuk mengurangi atau meniadakan minum kopi, Ibu-ibu yang sedang hamil harus berhati-hati dalam mengkonsumsi teh hijau karena kandungan kafeinnya sangat besar. Sementara ibu-ibu yang sedang menyusui, juga disarankan agar tidak mengkonsumsi kopi dan teh hijau karena dapat menimbulkan restlessness (sukar diam), sukar tidur, anemia dan effect negatif lainnya pada anak-anak yang sedang disusuinya.

    Banyak juga ibu yang sesudah melahirkan menempuh jalan instan untuk kembali langsing seperti minum pil pelangsing atau slimming tea (teh hijau) yang mengandung bahan laxative (obat pencahar), namun ingatlah, bahwa apapun yang kita makan atau minum, akan mempengaruhi air susu ibu yang diminum bayi. Barangkali kita harus mulai meyakini diri sendiri bahwa tidak ada yang instan dalam penurunan badan, tetap harus disertai oleh gerak badan atau olahraga dan makan makanan yang sehat.

    Dengan melakukan olah raga ringan tetapi rutin berkelanjutan setiap hari selama paling sedikit 15 sampai 20 menit seperti berjalan kaki, bahkan melaksanakan rutinitas pekerjaan rumah seperti berkebun dan menggosok lantai selama 30 menit sehari dapat membantu menurunkan berat badan.

    Kurangi sedikit asupan karbohidrat seperti nasi, roti, kentang dan mie setidaknya sepertiga atau seperempat dari biasanya. Tentu saja diet ini harus diimbangi dengan sayur-sayuran, buah-buahan, dan protein yang rendah kolesterol seperti ayam. Jangan lupa mengurangi asupan gula dan snack. Semua ini lebih mujarab daripada minum slimming tea, green tea extract, ataupun pil pelangsing. Sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan malah lebih baik untuk meningkatkan kualitas ASI.

    Sumber:
    www.pueblo.gsa.gov, health.yahoo.com, wrm-indonesia.org, query.nytimes.com

    Cara-cara tidur sehat

    Gangguan sulit tidur ini biasa disebut dengan insomnia. Insomnia merupakan gejala kelainan tidur, berupa sulit untuk merasa ingin tidur (memerlukan waktu lebih dari 30 menit untuk merasa ingin tidur), sering terbangun dari tidur (total waktu terbangun lebih dari 30 menit), dan bangun pada pagi subuh dan sulit untuk kembali tidur (total waktu tidur kurang dari 6,5 jam).
    Insomnia dapat disebabkan oleh bebagai hal. Beberapa penyakit dapat menyebabkan insomnia, yaitu Parkinson, sesak nafas, flu, hipertiroid, hipotiroid, hipoglikemi, batuk, gangguan fungsi hepar, gangguan fungsi ginjal, gagal jantung, pikun, hipertensi, dan beberapa penyakit lain. Nyeri kronik akibat rematik, menopausal, kolik, neuralgia, kanker juga dapat menyebabkan insomnia. Suasana yang dapat mengganggu tidur di waktu malam adalah nokturia (berkemih di waktu malam), suhu udara yang terlalu panas atau terlalu dingin, bising (tinggal di dekat rel kereta api, pabrik). Ketergantungan obat atau alkohol atau tembakau atau kafein (kopi) juga dapat menyebabkan insomnia, beberapa obat lain seperti antidepresan, kortikosteroid, reserpin. Penyebab lain yaitu depresi, stress berkepanjangan, kecemasan, skizofrenia (gangguan jiwa), hipomania, dan berita buruk atau kegagalan memperoleh sesuatu.
    Insomnia ada 3 jenis, yaitu insomnia kronis, insomnia transien, dan insomnia jangka pendek. Insomnia transien terjadi pada beberapa hari. Insomnia jangka pendek terjadi pada beberapa minggu dan dapat kembali seperti biasa. Insomnia kronis terjadi lebih dari 3 minggu.
    Ada 12 aturan tidur yang sehat:
    1. Berbaring di tempat tidur ketika benar-benar ingin tidur. Tetapi usahakan pada waktu yang sama ketika akan pergi tidur.
    2. Jangan menggunakan ranjang untuk aktivitas lain selain untuk tidur. Aktivitas lain seperti membaca, nonton TV, makan, telepon. Kebiasaan menggunakan ranjang untuk aktivitas lain membuat kebiasaan untuk terjaga ketika berbaring di ranjang.
    3. Pasang alarm untuk bangun pada waktu yang sama. Tanpa memandang lama waku tidur malam.
    4. Usahakan untuk tidak tidur siang.
    5. Jangan minum alkohol beberapa jam sebelum tidur. Alkohol dapat membuat tidur gelisah.
    6. Jangan mengkonsumsi kafein atau obat mengandung kafein beberapa jam sebelum waktu tidur. Karena kafein sebagai stimulan, dapat meningkatkan denyut jantung sehingga tubuh dapat terjaga sepanjang malam.
    7. Jangan merokok beberapa jam sebelum tidur. Rokok mengandung nikotin yang dapat meningkatkan semangat karena berefek sebagai neurostimulan.
    8. Olahraga pada sore hari (6 jam sebelum tidur). Latihan peregangan otot atau jalan kaki secukupnya selama 20 menit. Hal ini akan meningkatkan metabolisme dan suhu badan, lalu akan menurun sekitar 6 jam kemudian yang berefek pada tidur yang nyenyak.
    9. Sediakan waktu transisi untuk tidur degan mengurangi tingkat aktivitas sebelum tidur, hilangkan rasa cemas akan pekerjaan yang belum selesai, hari esok dan pikiran lainnya. Melakukan akivitas dengan tenang dan santai.
    10. Membersihkan diri sebelum tidur, memastikan pintu telah terkunci, dan menyesuaikan pencahayaan lampu, supaya merasa aman dan nyaman pada saat tidur.
    11. Memastikan tidak ada cahaya terang atau suara yang dapat mengganggu dan pastikan suhu ruang tidur nyaman.
    12. Keadaan lapar atau setelah makan banyak dapat menghambat tidur. Bagaimanapun jika merasa lapar sebaiknya makan makanan kecil atau minum segelas susu hangat sangat tepat untuk mengatasi masalah ini.
    Selain itu, kebutuhan magnesium dan kalsium sebaiknya dipenuhi, karena kekurangan keduanya dapat meyebabkan tidur tidak nyenyak. Magnesium dapat merelaksasikan otot dan kalsium berefek sebagai penenang pikiran. Kedua zat ini dapat diperoleh salah satunya pada susu. Karbohidrat kompleks yang terdapat pada roti dapat memacu pengeluaran serotin yang dapat merangsang rasa kantuk. Serotin juga dapat dipicu oleh asam amino triptofan yang terdapat pada susu, selain itu triptofan juga memicu pengeluaran hormon melatonin yang memerintahkan tubuh untuk untuk istirahat. Hormon ini akan dikeluarkan ketika sinar matahari mulai redup.

    Sejarah hypnosis dan Definisi dari hipnosis

    Definisi paling awal dari kata ‘hipnotis’ dicetuskan oleh Braid, yang mencetuskan istilah ‘hipnotisme’ sebagai singkatan dari ‘neuro-hipnotisme’, atau nervous sleep yang berlawanan dengan tidur normal, dan difenisikan sebagai “keadaan aneh system saraf yang diinduksi oleh konsentrasi yang terfiksasi dan abstrak dari mental dan visual mata, pada satu obyek, bukan merupakan keadaan alami yang menegangkan.
    Braid menguraikan dengan singkat definisi tersebut dalam karya berikutnya: “Asal sesungguhnya dan esensi dari kondisi hipnotik, merupakan induksi kebiasaan abstrak atau konsentrasi mental, sebagaimana dalam lamunan atau abstraksi spontan, kekuatan pikiran yang sangat banyak ditekuni dengan sebuah ide atau serangkaian pikiran, yang mengolah kesadaran individual, atau kesadaran yang secara berbeda, semua ide-ide lain, kesan-kesan, atau serangkaian ide-ide. Keadaan tidur hipnotik, bagaimanapun, merupakan antithesis atau lawan dari keadaan kondisi mental dan fisik yang mendahului dan menyertai tidur biasa.” Braid lalu mendefinisikan hipnotisme merupakan keadaan konsentrasi mental yang sering menuntun terhadap serangkaian relaksasi progresif yang disebut ‘nervous sleep”. Di kemudian hari, pada karyanya yang berjudul “The Physiology of Fascination”(1855), Braid mengakui bahwa terminologi aslinya salah, dan berpendapat bahwa istilah “hipnotisme” atau “nervous sleep” harus diterapkan pada minoritas subyek (10%) yang menunjukkan amnesia, menggantikan istilah “monodeisme”, yang artinya adalah konsentrasi terhadap satu ide, sebagai penggambaran keadaan waspada yang dialami orang lain. Sebuah definisi baru Hipnotis, diciptakan dari psikologi akademis, dicetuskan tahun 2005, ketika Perkumpulan Hipnotis Psikologi (Society for Psychological Hypnosis), Divisi 30 dari Asosiasi Psikologi Amerika (American Psychological Association-APA), mempublikasikanya mengikuti definisi formalnya.
    Definisi Hipnotis yang Baru Definisi Divisi 30 dan Deskripsi Hipnotis
    Hipnotis pada umumnya terkait dengan introduksi sebuah prosedur selama subyek tersebut disugesti untuk mengalami suatu pengalaman imajinatif. Induksi Hipnotis merupakan sugesti inisial yang luas menggunakan imajinasi seseorang dan mungkin mengandung perincian lebih lanjut pada introduksinya. Sebuah prosedur Hipnotis biasanya digunakan untuk memberikan dukungan dan mengevaluasi respon sugesti. Ketika menggunakan hipnotis, seseorang (subyek) dipimpin oleh orang lain (hypnotist) untuk memberikan respon terhadap sugesti untuk berubah pada pengalaman subyektifnya, perubahan persepsi, sensasi, emosi, pikiran atau tingkah laku. Orang tersebut dapat juga mempelajari Hipnotis diri sendiri (self hypnosis) yang merupakan tindakan untuk mengatur prosedur hipnotis atas kemauan orang tersebut. Jika subyek berespon terhadap sugesti hipnotis, umumnya menandakan bahwa Hipnotis telah berhasil dilakukan. Banyak pihak meyakini bahwa respon Hipnotis dan pengalaman merupakan karakteristik keadaan hipnotis. Di lain pihak, diyakini bahwa penggunaan kata ‘Hipnotis’ tidak diperlukan sebagai bagian dari induksi hipnotik, sedangkan pihak lain meyakini bahwa hal tersebut penting.
    Detail prosedur hipnotik dan sugesti akan berbeda, tergantung dari tujuan praktisi dan kegunaan klinis atau penelitian. Prosedur tradisional melibatkan sugesti untuk santai, walau relaksasi tidak perlu dilakukan untuk Hipnotis dan variasi sugesti yang luas dapat digunakan, termasuk sugesti yang membuat seseorang lebih waspada. Sugesti yang menimbulkan perpanjangan waktu hipnotis harus dinilai dengan membandingkan respon terhadap skala terstandardisasi yang digunakan pada keadaan klinis dan penelitian. Ketika mayoritas individual berespon terhadap sekurang-kurangnya beberapa sugest, kisaran nilai dari standardidasi dari nilai yg tinggi hingga rata-rata. Secara tradisional, nilai dikelompokkan menjadi kategori rendah, sedang, dan tinggi. Sebagaimana pada kasus dengan pengukuran skala positif pada konstruksi psikologis, seperti perhatian, kewaspadaan, dan bukti tercapainya keadaan Hipnotis akan meningkatkan nilai individual.
    Induksi
    Hipnotis biasanya dimunculkan dengan tehnik ‘induksi hipnotik’. Secara tradisional, keadaan ini diinterpretasikan sebagai sebuah metode untuk membuat subyek berada dalam keadaan ‘hypnotic kerasukan (trance)’. Bagaimanapun para pencetus teori ‘nonstate’ memiliki pandangan yang berbeda, yaitu mempertinggi harapan klien, menegaskan peran mereka, memfokuskan perhatian, dan lain sebagainya. Ada banyak variasi tehnik induksi yang berbeda-beda menggunakan hipnotisme. Bagaimanapun, metode yang paling berpengaruh adalah metode ‘fiksasi mata’ (eye-fixation) Braid, yang dikenal juga dengan mana “Braidisme”. Ada banyak variasi pendekatan fiksasi mata yang ada, termasuk induksi yang digunakan pada Stanford Hypnotic Susceptibility Scale (SHSS), pendekatan yang paling banyak digunakan secara luas pad lapangan hipnotisme.
    Deskripsi asli Braid terhadap induksinya adalah sebagai berikut: “Ambil obyek yang terang (saya biasanya menggunakan tempat lanset saya) antara ibu jari, telunuk, serta jari tengah tangan kiri, pegang dengan jarak 8 hingga 15 inci dari mata, pada posisi seperti ini, di atas dahi yang dapat menyebabkan tegangan antara mata dan alis, serta memampukan pandangan pasien terfiksasi pada obyek tersebut.
    Pasien harus dapat mengerti bahwa pandangan matanya harus tetap terfiksasi terhadap obyek tersebt, dan pikirannya terpusat pada satu obyek. Dapat diamati, bagaimana penyesuaian pandangan mata, pertama-tama pupil akan berkontraksi dan kemudian berdilatasi, dan setelah mencapai lama yang maksimal, dapat terlihat gerakan bergelombang, bila jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan, diacungkan dan diarahkan dari benda mendekati kedua mata , sehingga obyek akan menjauh dari mata, yang sering terjadi, kelopak mata akan tertutup secara tidak sadar dengan gerakan bergetar. Jika tidak terjadi, atau pasien menggerakkan bola matanya, menimbulkan keinginannya untuk memulai kembali, berikan pengertian kepadanya bahwa dia boleh menutup mata kita jari digerakkan lagi mendekati mata, tetapi pandangannya harus tetap terfiksasi, pada posisi yang sama, dan pikirannya terfiksasi pada satu ide yaitu pada benda yang dipegang di atas kedua matanya. Umumnya akan ditemukan, bahwa kelopak mata akan tertutup dengan gerakan bergetar, atau menutup secara spasmodik.” Braid sendiri kemudian menyatakan bahwa tehnik induksi hipnotis tidak diperlukan untuk setiap kasus dan kebanyakan peneliti kemudian menemukan bahwa pada umumnya tidak banyak berguna daripada yang diperkirakan sebelumnya terhadap efek sugesti hipnotik. Banyak variasi dan alternatif dari tehnik hipnotis asli telah berkembang. Bagaimanapun, sekitar 100 tahun setelah Braid memperkenalkan metode tersebut, peneliti lain masih menyatakan: 9 dari 10 tehnik hipnotik yang aman adalah posisi bersandar, relaksasi otot, dan fiksasi pandangan disertai dengan penutupan mata.
    Sugesti Ketika James Braid pertama kali mendeskripsikan hipnotisme, dia tidak menggunakan istilah ‘sugesti’ tetapi dimaksudkan pada tindakan untuk memfokuskan pikiran sadar subyek terhadap satu ide yang dominan. Strategi terapi utama Braid melibatkan stimulasi atau mengurangi fungsi fisiologis pada area tubuh yang berbeda. Pada karya berikutnya, bagaimanapun juga, Braid meletakkan dasar bentuk sugesti verbal dan non verbal, termasuk penggunaan ‘sugesti bangun’ (waking suggestion) dan Hipnotis diri sendiri (self hypnosis). Setelah itu, penekanan hipnotis oleh Hippolyte Bernheim bergeser dari keadaan fisik pada proses psikologis sugesti verbal. Konsep Bernheim terhadap sugesti verbal primer pada hipnotis mendominasi subyek selama abad ke-20. Sehingga membuat beberapa pihak menyatakan bahwa ia adalah Bapak Hipnotis Modern. Hipnotisme kontemporer memakai berbagai macam sugesti, termasuk:
    Sugesti verbal langsung Sugesti verbal tidak langsung, seperti permintaan atau sindiran, metafora, dan ungkapan kata-kata pihak lain
    Sugesti non verbal dalam bentuk imajinasi mental, nada suara, dan manipulasi fisik. Perbedaannya pada umumnya ada antara sugesti yang diberikan dengan permisif atau dengan cara yang lebih otoriter. Beberapa sugesti hipnotis dimaksudkan untuk memberikan reposmon langsung, sedangkan lainnya (sugesti pasca-hipnotik) dimaksudkan untuk memicu respon setelah ada penundaan waktu selama beberapa menit hingga beberapa tahun pada beberapa kasus.
    Pikiran sadar vs pikiran bawah sadar
    Beberapa praktisi memahami sugesti sebagai suatu bentuk komunikasi primer langsung pada pikiran sadar subyek, sementara praktisi lain memandang sugesti sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar atau pikiran sadar. Konsep-konsep ini diperkenalkan dalam konsep hipnotisme pada akhir abad 19 oleh Sigmund Freud dan Pierre Janet. Perintis hipnotisme periode zaman Victoria, termasuk Braid dan Bernheim, tidak menggunakan konsep-konsep ini, tetapi mengakui bahwa sugesti hipnotis diarahkan kepada pikiran sadar subyek. Memang, sebenarnya Braid mendefinisikan hipnotisme sebagaimana berpusat kepada perhatian sadar terhadap suatu ide atau sugesti yang dominan. Pandangan berbeda mengenai sifat dasar pikiran telah menimbulkan berbagai konsep tentang sugesti. Praktisi hipnotis yang mempercayai bahwa respon yang dimediasi terutama oleh pikiran bawah sadar, seperti Milton Erickson, menciptakan berbagai macam kegunaan sugesti tidak langsung seperti metafora atau cerita, yang bermaksud untuk menemukan artinya dari pikiran sadar subyek. Konsep sugesti subliminal juga bergantung terhadap pola pikir. Sebaliknya, praktisi hipnotis yang percaya bahwa respon terhadap sugesti terutama dimediasi oleh pikiran sadar, seperti Theodore Barber dan Nicholas Spanos cenderung menggunakan lebih banyak sugesti dan instruksi verbal secara langsung.
    Refleks Ideo-Dinamis
    Teori neuro-psikologis sugestif hipnotis pertama kali diperkenalkan oleh James Braid yang mengadaptasi teori teman dan koleganya, William Carpenter tentang respoin reflex ideo motor untuk menjelaskan fenomena hipnotis. Carpenter telah mengamati secara dekat dari pengalaman sehari-hari tentang ide bahwa dalam kondisi tertentu, gerakan otot dapat cukup menghasilkan reflex, atau otomatisasi, kontraksi atau gerakan otot-otot yang terlibat, meskipun dalam derajat yang sangat kecil. Braid menjelaskan teori Carpenter untuk mengamati berbagai respon tubuh, selain gerakan otot, dapat dipengaruhi, contohnya, ide bahwa menghisap lemon secara otomatis dapat merangsang produksi air liur, sebagai respon kelenjar sekretorik. Oleh karena itu Braid mengadopsi istilah ‘ideo-dinamis’ yang berarti ‘kekuatan ide’ untuk menjelaskan berbagai gejala ‘psiko-fisiologis’ tubuh. Braid istilah ‘ide mono dinamis’ untuk merujuk pada teori bahwa hipnotis bekerja dengan memusatkan perhatian pada satu ide untuk memperkuat pada satu ide untuk memperkuat respon reflex ideo-dinamis. Variasi dasar atau teori sugesti ideo dinamis terus memegang pengaruh besar atas teori-teori hipnotis berikutnya, termasuk Clark L.Hull, Hans Eysenck, dan Ernest Rossi. Perlu dicatat, bahwa pada Psikologi periode Victoria, kata ‘ide’ mencakup setiap representasi mental, contohnya, citra mental, atau ingatan, dan lain sebagainya. Sugesti Pasca Hipnotis (post-hypnotic) Diduga sugesti pasca hipnotis dapat digunakan untuk mengubah perilaku seseorang setelah dihipnotis. Seorang penulis menyatakan bahwa ‘seseorang bisa bertindak beberapa waktu kemudian berdasarkan satu sugesti yang ditanamkan pada sesi hipnotis’. Seorang hipnoterapis mengatakan kepada salah satu pasiennya yang juga kawannya: “Ketika saya menyentuh jari Anda, Anda akan segera terhipnotis”. Empat belas tahun kemudian, pada sebuah pesta makan malam, ia menyentuh jari temannya dan kepala temannya segera jatuh terkulai di kursi.
    Kerentanan Braid membuat perbedaan kasar antara berbagai tahapan hypnosis yang disebut sebagai tahap kesadaran hipnotisme pertama dan kedua. Kemudian ia menggantikan istilah ini dengan perbedaan antara tahapan ‘sub hipnotis’, ‘hipnotis penuh’ dan ‘koma hipnotis’.. Jean-Martin Charcot membuat perbedaan serupa antara tahapan ini dengan nama berjalan saat tidur (somnambulism), kelesuan (lethargy), dan katalepsi. Namun Ambroise-Auguste Liebeault dan Bernheim memperkenalkan skala hipnotis yang lebih dalam, berdasarkan kombinasi tingkah laku, respon fisiologis dan respon subyektif. Sebagian diantaranya adalah akibat sugesti langsung dan sebagian akibat sugesti tidak langsung. Pada decade pertama abad 20, skala kedalaman klinis digantikan oleh penelitian klinis. Skala yang paling berpengaruh adalah ciptaan Davis-Husband dan Friedlander-Sarben yang dikembangkan pada tahun 1930-an. Andre Weitzenhoffer dan Ernest R.Hilgard mengembangkan Skala Kerentanan Hipnotis Standford pada tahun 1959, yang terdiri dari 12 bagian tes sugesti diikuti dengan skenario hipnotis terstandardisasi induksi fiksasi mata dan kemudian menjadi salah satu pegangan penelitian yang paling banyak direfensikan di bidang hipnotis. Tidak lama setelah itu, pada tahun 1962, Ronald Shor dan Emily Carota Orne mengembangkan skala kelompok yang mirip, disebut Skala Kerentanan Hipnotis Kelompok Harvard (Harvard Group Scale of Hypnotic Susceptibility (HGSHS)). Sedangkan teori yang lebih tua tentang kedalaman skala, mencoba untuk menyimpulkan tingkat ‘kerasukan (trance) hipnotis’ berdasarkan tanda-tanda yang dapat diamati, seperti amnesia spontan, kebanyakan pengukuran skala dari respon yang diamati atau dievaluasi sendiri terhadap tes sugesti spesifik, seperti sugesti langsung kekakuan lengan (katalepsi). Skala Standford, Harvard, dan skala kerentanan lain mengubah angka menjadi penilaian kerentanan seseorang seperti ‘tinggi’, ‘medium’, ‘rendah’. Diperkirakan 80% populasi berskala medium, 10% tinggi, dan 10% rendah. Nilai kemampuan hipnotis biasanya menetap tinggi pada masa hidup seseorang. Penelitan oleh Deirdre Barret menyatakan bahwa ada dua tipe subyek yang rentan yang disebut ‘Pengkhayal’ (Fantasizers) dan ‘Pemisah’ (dissociaters). Skor pengkhayal tinggi pada skala penyerapan sehingga mudah memblok stimulus dunia nyata tanpa hipnotis, sering kali berkhayal, melaporkan teman-teman khayalan pada saat kanak-kanak dan tumbuh dengan orang tua yang menyarankan permainan imajinasi. Pemisah sering memiliki riwayat penyiksaan anak atau trauma lainnya, belajar untuk lari pada kehampaan dan untuk melupakan kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan. Kemampuan mereka untuk berkhayal sering menjadi kosong daripada khayalan kenangan yang samar-samar. Kedua nilai kelompok ini sama-sama tinggi untuk skala formal kerentanan hipnotis.

    Perilaku kognitif
    Di paruh kedua abad kedua puluh, ada dua faktor yang memberikan kontribusi bagi pengembangan pendekatan perilaku kognitif Hipnotis.
    1. Teori kognitif dan perilaku tentang hakikat Hipnotis (dipengaruhi oleh teori Sarbin dan Barber) menjadi semakin berpengaruh.
    2. Praktek hipnoterapi dan berbagai bentuk terapi perilaku kognitif tumpang tindih dan saling mempengaruhi. Meskipun teori hipnotis perilaku kognitif harus dibedakan dari pendekatan perilaku kognitif untuk hipnoterapi, keduanya memiliki konsep serupa, terminologi, dan asumsi yang telah diinterintegrasikan oleh para peneliti dan klinisi yang berpengaruh seperti Irving Kirsch, Steven Jay Lynn, dan lain-lain.
    Pada awal terapi kognitif-perilaku di tahun 1950-an, Hipnotis digunakan oleh para terapis perilaku awal seperti Yusuf Wolpe dan juga oleh para terapis kognitif awal seperti Albert Ellis. Barber, Spanos & Chaves memperkenalkan istilah "perilaku kognitif" untuk menggambarkan teori keadan tidak terhipnotis (nonstate) pada Hypnotism:Imagination & Human Potentialities (1974). Namun, Clark L. Hull telah memperkenalkan psikologi perilaku kembali ke tahun 1933, yang didahului oleh Ivan Pavlov. Bahkan, teori dan praktek awal dari hipnotisme, bahkan teori Braid, mirip dengan teori kognitif-perilaku dalam beberapa hal.