• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
  • English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

    Postest Kendali dan Audit SI (Analisis Kinerja Sistem)

    Kamis, 09 Januari 2014
     Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.
    Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan.

    Jawab:

    Area Pengendalian ada 15 yaitu :
    1. Integritas Sistem
    2. Manajemen Sumber Daya (Perencanaan Kapasitas)
    3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
    4. Backup dan Recovery
    5. Contigency Planning
    6. System S/W Support
    7. Dokumentasi
    8. Pelatihan atau Training
    9. Administrasi
    10.Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
    11.Operasi
    12.Telekomunikasi
    13.Program Libraries
    14.Application Support (SDLC)
    15.Pengendalian Mikrokomputer



    Penjelasan :
    1. Integritas Sistem:
    a. Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user
    b. Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yg auditable
    c. Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan
    d. Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan
    e. Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan
    f. Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh.


    2. Manajemen Sumber Daya:
    a. Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem
    b. Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi
    jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun
    tetap dengan biaya yang wajar.
    c. Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang
    berkesinambungan.


    3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem:
    a. Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan
    terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem
    b. Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di
    dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang
    dibakukan dan disetujui.


    4. Backup dan Recovery:
    a. Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning
    (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
    b. Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk
    kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).

    5. Contigency Planning:
    a. Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman
    b. terhadap fasilitas pemrosesan SI
    c. Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah
    dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical
    application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W
    dan sebagainya.

    6. System S/W Support:
    a. Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan
    dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan
    dengan S/W aplikasiDengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik
    untuk integritas fungsionalnya
    b. Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika
    sistem secara menyeluruh (systemwide logical security)



    7. Dokumentasi:
    a. Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W
    sistem
    b. Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule
    operasi,
    c. Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.

    8. Pelatihan atau Training
    a. Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan
    staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya
    b. Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan

    9. Administrasi:
    a. Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job
    description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang
    digunakan
    b. Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk
    semua sumber daya SI.

    10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik:
    a. Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali
    akses ke sumber daya informasi
    b. Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan,
    c. Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi

    11. Operasi:
    a. Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO
    b. Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus
    terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk
    run/restore/backup atas seluruh aplikasi
    c. Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO,
    penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.


    12. Telekomunikasi:
    a. Review terhadap logical and physical access controls,
    b. Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange
    (EDI)
    c. Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan
    komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran
    telekomunikasi.

    13. Program Libraries:
    a. Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source
    code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application
    test libraries development
    b. Terdapat review atas prosedur quality assurance.

    14. Application Support:
    a. Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem
    b. Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen
    c. proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI
    d. Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC
    yang digunakan.

    15. Microcomputer Controls:
    a. Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas
    aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik
    terhadap microcomputer yang dimiliki,
    b. Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk
    menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta

    http://dyrakusuma.blogspot.com/

    0 komentar:

    Posting Komentar