• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
  • English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

    Penulisan pertemuan 1 - JASA-JASA BANK

    Senin, 09 April 2012
    Pengertian Bank
    Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

    Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya
    1 ) Bank Sentral
    Bank sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia.
    Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini.
    2 ) Bank Umum
    Pengertian bank umum menurut Peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum, artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank).
    3 ) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
    BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.

    Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya
    Apabila ditinjau dari segi kepemilikannya, jenis bank terdiri atas bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, dan bank milik swasta asing.
    1 ) Bank Milik Pemerintah
    Bank pemerintah adalah bank di mana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula. Contohnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri. Selain itu ada juga bank milik pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing provinsi. Contoh Bank DKI, Bank Jateng, dan sebagainya.
    2 ) Bank Milik Swasta Nasional
    Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya juga dipertunjukkan untuk swasta pula. Contohnya Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank Niaga, dan lain-lain.
    3 ) Bank Milik Asing
    Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Contohnya ABN AMRO bank, City Bank, dan lain-lain.

    Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya
    1 ) Bank Konvensional
    Pengertian kata “konvensional” menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah “menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan”. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “berdasarkan kesepakatan umum” seperti adat, kebiasaan, kelaziman.
    Berdasarkan pengertian itu, bank konvensional adalah bank yang dalam operasionalnya menerapkan metode bunga, karena metode bunga sudah ada terlebih dahulu, menjadi kebiasaan dan telah dipakai secara meluas dibandingkan dengan metode bagi hasil.
    Bank konvensional pada umumnya beroperasi dengan mengeluarkan produk-produk untuk menyerap dana masyarakat antara lain tabungan, simpanan deposito, simpanan giro; menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara mengeluarkan kredit antara lain kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumtif, kredit jangka pendek; dan pelayanan jasa keuangan antara lain kliring, inkaso, kiriman uang, Letter of Credit, dan jasa-jasa lainnya seperti jual beli surat berharga, bank draft, wali amanat, penjamin emisi, dan perdagangan efek.
    Bank konvensional dapat memperoleh dana dari pihak luar, misalnya dari nasabah berupa rekening giro, deposit on call, sertifikat deposito, dana transfer, saham, dan obligasi. Sumber ini merupakan pendapatan bank yang paling besar. Pendapatan bank tersebut, kemudian dialokasikan untuk cadangan primer, cadangan sekunder, penyaluran kredit, dan investasi. Bank konvensional contohnya bank umum dan BPR. Kedua jenis bank tersebut telah kalian pelajari pada subbab sebelumnya.
    2 ) Bank Syariah
    Sekarang ini banyak berkembang bank syariah.
    Bank syariah muncul di Indonesia pada awal tahun 1990-an. Pemrakarsa pendirian bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18 – 20 Agustus 1990.
    Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, maksudnya adalah bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam.
    Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efesiensi, keadilan, dan kebersamaan. Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin.
    Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan produktivitas.
    Kegiatan bank syariah dalam hal penentuan harga produknya sangat berbeda dengan bank konvensional.
    Penentuan harga bagi bank syariah didasarkan pada kesepakatan antara bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya, yang akan menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan. Berikut ini prinsip-prinsip yang berlaku pada bank syariah.
    a) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah).
    b) Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah).
    c) Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah).
    d) Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah).
    e) Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).
    Dalam rangka menjalankan kegiatannya, bank syariah harus berlandaskan pada Alquran dan hadis. Bank syariah mengharamkan penggunaan harga produknya dengan bunga tertentu. Bagi bank syariah, bunga bank adalah riba.

    Tugas Bank
    a. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
    1. Menetapkan sasaran monter dengan memperhatikan laju inflasi yang ditetapkannya.
    2. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara termasuk tetapi tidak terbatas pada :
    - Operasi pasar terbuka di pasar uang, baik rupiah maupun valuta asing
    - Penetapan tingkat diskonto
    - Penetapan cadangan wajib minimum dan
    - Pengaturan kredit dan pembiayaan
    b. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
    1. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas jasa sisa pembayaran
    2. Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya
    3. Menetapkan penggunaan alat pembayaran
    c. Mengatur dan mengawasi bank

    Fungsi Bank
    Fungsi bank secara umum adalah menghimpun dana dari masyrakat luas(funding) dan menyalurkan dalam bentuk pinjaman atau kredit(lending) untuk berbagai tujuan. Tetapi sebenarnya fungsi bank dapat dijelaskan dengan lebih spesifik seperti yang diungkapkan oleh Y. Sri Susilo, Sigit Triandaru, dan A. Totok Budi Santoso (2006), yaitu sebagai berikut :
    - Agent of Trust
    Dasar utama kegiatan perbankan adalah trust atau kepercayaan, baik dalam hal menghimpun dana maupun penyaluran dana.
    - Agent of Development
    Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian masyarakat.
    - Agent of Service
    Selain menghimpun dan menyalurkan dana, bank juga memberikan penawaran jasa-jasa perbankan yang lain kepada masyarakat seperti jasa pengiriman uang , jasa penitipa n barang berharga, dll.


    Macam-macam jasa yang disediakan oleh Bank ialah : :
    1. Inkasso
    2. Transfer
    3. Safe Deposit Box (Kotak Penyimpanan)
    4. Letter Of Credit (L/ C) / Ekspor Impor
    5.Travellers Cheque

    INKASO
    Inkaso merupakan kegiatan jasa Bank untuk melakukan amanat dari pihak ke tiga berupa penagihan sejumlah uang kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk oleh si pemberi amanat.

    Warkat-Warkat Yang Digunakan Dalam Incaso
    1. Cek
    2. Bilyet Giro
    3. Wesel
    4. Kuitansi
    5. Surat Aksep
    6. Deviden
    7. Kupon

    1. Warkat Inkaso
    a. Warkat inkaso tanpa lampiran Yaitu warkat – warkat inkaso yang tidak dilampirkan dengan dokumen – dokumen apapun seperti cek, bilyet giro, wesel dan surat berharga.
    b. Warkat inkaso dengan lampiran Yaitu warkat – warkat inkaso yang dilampirkan dengan dokumen – dokumen lainnya seperti kwitansi, faktur, polis asuransi dan dokumen – dokumen penting.
    2. Jenis Inkaso
    a. Inkaso Keluar, Merupakan kegiatan untuk menagih suatu warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah bank lain. Di sini bank menerima amanat dari nasabahnya sendiri untuk menagih warkat tersebut kepada seseorang nasabah bank lain di kota lain.
    b. Inkaso masuk, Merupakan kegiatan yang masuk atas warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah sendiri. Dalam kegiatan inkaso masuk, bank hanya memeriksa kecukupan dari nasabahnya yang telah menerbitkan warkat kepada pihak ke tiga.

    TRANSFER
    Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Baik transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet cabang lain mengkredit.
    - Transfer Keluar
    Salah satu jenis pengiriman uang yang dapat menyederhanakan lalu lintas
    pembayaran adalah dengan pengiriman uang keluar
    - Transfer Masuk
    Transfer masuk, dimana bank menerima amanat dari salah satu cabang untuk
    membayar sejumlah uang kepada seseorang beneficiary

    SAFE DEPOSIT BOX
    Layanan Safe Deposit Box adalah jasa penyewaan kotak penyimpanan harta atau surat-surat berharga yang dirancang secara khusus dari bahan baja dan ditempatkan dalam ruang khasanah yang kokoh, tahan bongkar dan tahan api untuk memberikan rasa aman bagi penggunanya. Kondisi ketidakpastian selalu menambah rasa khawatir, terutama menyangkut keamanan barang-barang yang tidak ternilai harganya. Dalam menentukan pilihan untuk tempat penyimpanan yang tepat, tentunya harus memilih tempat yang terpercaya.
    Kegunaan Safe Deposit Box
    1. Untuk menyimpan surat-surat berharga dan surat-surat penting seperti sertifikat-sertifikat, saham, obligasi, surat perjanjian, akte kelahiran, ijazah, dan lain-lain.
    2. Untuk menyimpan benda-benda berharga seperti emas, berlian, mutiara, intan, dan lain-lain.
    Barang-barang Yang Dilarang Disimpan Dalam Safe Deposit Box
    1. Narkotik dan sejenisnya
    2. Bahan yang mudah meledak
    Keuntungan Safe Deposit Box
    1. Bagi Bank
    • Biaya sewa
    • Uang jaminan yang mengendap
    • Pelayanan nasabah
    2. Bagi Nasabah
    • Menjamin kerahasiaan barang-barang yang disimpan
    • Keamanan barang terjamin

    LETTER of CREDIT
    Letter of Credit atau dalam bahasa Indonesia disebut Surat Kredit Berdokumen merupakan salah satu jasa yang ditawarkan bank dalam rangka pembelian barang, berupa penangguhan pembayaran pembelian oleh pembeli sejak LC dibuka sampai dengan jangka waktu tertentu sesuai perjanjian. Berdasarkan pengertian tersebut, tipe perjanjian yang dapat difasilitasi LC terbatas hanya pada perjanjian jual – beli, sedangkan fasilitas yang diberikan adalah berupa penangguhan pembayaran.
    Jenis dan Manfaat Letter of Credit
    Isi dari perjanjian LC mencakup banyak hal seperti jangka waktu, pembatalan, cara pembayaran dan lain – lain. Berdasarkan isi perjanjian tersebut, LC dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:
    1. Ruang Lingkup Transaksi
    • LC Impor:adalah LC yang digunakan untuk mengadakan transaksi jual beli barang/jasa melewati batas – batas Negara.
    • LC Dalam Negeri atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN):adalah LC yang digunakan untuk mengadakan transaksi di dalam wilayah suatu Negara.
    2. Saat Penyelesaian
    • Sight LC:adalah LC yang penangguhan pembayarannya sampai dengan dokumen tiba.
    • Usance LC:adalah LC yang penangguhan pembayarannya sampai wesel yang diterbitkan jatuh tempo (tidak lebih lama dari 180 hari).
    3. Pembatalan
    • Revocable LC:adalah LC yang dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak oleh issuing bank setiap saat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak yang berhak menerima pembayaran (beneficiary). LC jenis ini biasanya digunakan sebagai bekal awal sebelum negosiasi antara importir dan eksportir mencapai kesepakatan final.
    • Irrevocable LC:adalah LC yand tidak dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak oleh issuing bank setiap saat tanpa persetujuan beneficiary. Apabila suatu LC tidak secara eksplisit menyatakan ‘revocable’ atau ‘irrevocable’, maka LC tersebut dianggap sebagai irrevocable LC.
    4. Pengalihan Hak
    • Transferable LC:adalah LC yang diberikan hak kepada beneficiary untuk mengalihkan sebagian atau seluruh hak penerimaan pembayaran kepada pihak lain. Pengalihan hak ini hanya dapat dilakukan satu kali.
    • Untransferable LC:adalah LC yang tidak memberikan hak kepada beneficiary untuk mengalihkan sebagian atau seluruh hak penerimaan pembayaran kepada pihak lain.
    5. Pihak advising bank
    • General/Negotiating/Non-Restricted LC:adalah LC yang tidak menyebutkan dengan bank yang akan menjadi advising bank.
    • Restricted/Straight LC:adalah LC yang menyebutkan dengan tegas bank yang menjadi advising bank.
    6. Cara Pembayaran kepada Beneficiary
    • Standby LC:adalah surat pernyataan dari pihak bank yang menyatakan bahwa apabila pihak yang dijamin (nasabah bank tersebut) cidera janji maka pihak bank akan menerbitkan Sight LC untuk kepentingan yang menerima jaminan yaitu beneficiary.
    • Red-Clause LC:adalah LC yang memperkenankan penarikan sejumlah tertentu uang muka oleh beneficiary. LC ini diterbitkan biasanya hanya apabila issuing bank benar – benar percaya pada reputasi beneficiary.
    • Clean LC:adalah LC yang pembayarannya kepada beneficiary dapat dilakukan hanya atas dasar kwitansi/wesel/cek tanpa harus menyerahkan dokumen pengiriman barang.
    Manfaat yang dapat diharapkan oleh bank dengan memberikan fasilitas Letter of Credit kepada nasabahnya antara lain adalah:
    • Penerimaan biaya administrasi berupa provisi/komisi yang merupakan fee based income bagi bank.
    • Pengendapan dana setoran yang merupakan dana murah bagi bank.
    • Pemberian pelayanan kepada nasabahnya sehingga nasabah menjadi lebih loyal kepada bank.


    TRAVELLERS CHEQUE
    Travellers cheque yaitu cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian.
    Keuntungan Travellers cheque :
    1. Lebih aman daripada uang tunai karena pada saat pencairan, pemilik TC harus melakukan tandatangan di depan counter kembali dan harus sama seperti tandatangan yang pertama pada saat pembelian TC tersebut dan dapat diberikan refund (penggantian ) kepada pemilik kalau terjadi kehilangan / tercuri / rusak.
    2. Masa berlakunya tidak terbatas.
    3. Dapat dicairkan / ditukarkan langsung ke dalam mata uang negara yang bersangkutan (yang ada hubungannya dengan Bank yang mengeluarkan TC tersebut ).
    4. Sebagai pengganti uang tunai untuk melakukan pembayaran-pembayaran dalam travel / perjalanan anda.

    Sumber :
    http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/467/jbptunikompp-gdl-linnawahdi-23303-14-pertemua-k.pdf
    sulastri.staff.gunadarma.ac.id/.../TUGAS+BANK+dan+LEMBAGA+KEUANGAN1.pdf

    Tugas pertemuan ke 2 Laporan Keuangan Bank Syariah Dan Bank Konvensional

    Laporan Keuangan Bank Syariah Dan Bank Konvensional
    Contoh Laporan Keuangan Bank Syariah







    Manajemen Aktiva dan Manajemen Resikonya
    Tingkat Kesehatan Bank
    BankSyariah terus menunjukkan perkembangan kinerja yang cukup baik selama tahun 2011. Beberapa indikator yang menunjukkan peningkatan kinerja Bank Syariah sampai dengan Desember 2011 dibandingkan dengan posisi Desember 2010 :
    1. Aset meningkat Rp2.072 milyar atau tumbuh sebesar 32,40%.
    2. Pembiayaan meningkat Rp1.752 milyar atau tumbuh sebesar 49,24%.
    3. Dana murah (tabungan dan giro) meningkat Rp992 milyar atau tumbuh sebesar 39,38%.
    4. Rasio Net Yield Margin mencapai 8,07% atau meningkat 3,00% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 5,07%
    5. Laba bersih mencapai Rp66 milyar atau tumbuh sebesar 78,38% jika dibandingkan dengan laba bersih tahun 2010 yang sebesar Rp37 milyar.

    Contoh Laporan Keuangan Bank Konvensional





    Tingkat Kesehatan Bank
    Akhir tahun 2011, membukukan total aset sebesar Rp 299,06 triliun atau naik 20% dibanding posisi aset pada akhir tahun 2010 sebesar Rp 248,58 triliun. Total pinjaman/kredit yang disalurkan juga tumbuh 20% dari Rp 136,36 triliun menjadi Rp 163,53 triliun. Komposisinya 75,5% disalurkan di sektor business banking dan 21,2% sektor konsumer dan retail, dan sisanya berupa pembiayaaan anak perusahaan. Akhir tahun 2011, membukukan total aset sebesar Rp 299,06 triliun atau naik 20% dibanding posisi aset pada akhir tahun 2010 sebesar Rp 248,58 triliun. Total pinjaman/kredit yang disalurkan juga tumbuh 20% dari Rp 136,36 triliun menjadi Rp 163,53 triliun. Komposisinya 75,5% disalurkan di sektor business banking dan 21,2% sektor konsumer dan retail, dan sisanya berupa pembiayaaan anak perusahaan.
    http://ikper.blogspot.com/2012/04/laporan-keuangan-bank-syariah-dan-bank.html

    Tugas 1b. BI : IT Perbankan Syariah Nasional, Modal Menghadapi MEA

    Senin, 19 Maret 2012
    Information Technology (IT) adalah salah satu komponen penting yang harus dimiliki perbankan syariah, khususnya dalam mendukung perkembangan jaringan dan produk perbankan syariah itu sendiri. Lebih dari itu kedudukan IT di perbankan syariah merupakan infrastruktur penunjang dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana pada tahun 2015 akan ada aliran bebas sektor jasa (liberalisasi jasa keungan) di Asean. Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI), Mulya Siregar menjelaskan keberadaan IT diperbankan syariah adalah infrastruktur yang mutlak diperlukan dalam mengahadapi MEA. IT di sini adalah teknologi yang memberikan kemudahan jasa pembayaran dan aktivitas usaha terkait dengan transaksi real time.
    “Teknologi yang memadai dan jaringan yang terintegrasi adalah salah satu modal dalam melayani kebutuhan nasabah untuk mempertahankan dan meraih pangsa pasar perbankan syariah yang lebih besar,” ujarnya, Rabu (21/9).
    Mulya menambahkan, IT di perbankan syariah harus bisa fokus pada “Competitive Advantage”. Artinya IT yang dibangun perbankan syariah harus sesuai dengan karateristik bank syariah di Indonesia.
    “Perbankan syariah Indonesia lebih memahami retail banking. Oleh karena itu perbankan syariah fokus pada IT yang related to retail banking,” imbuhnya.
    Menurut Mulya, setidaknya ada 4 fokus IT dalam perbankan syariah nasional. Pertama fokus IT berkolerasi erat pada ritel banking. Kedua IT fokus untuk memperluas network.
    Selain itu IT juga sebagai pendukung Business continuity. Terakhir fokus IT adalah untuk melayani sekaligus mengedukasi masyarakat secara luas.
    Sumber : PKES Interaktif

    Tugas 1a. Permasalahan IT di dunia perbankan Indonesia

    Peraturan Bank Indonesia tentang internet banking untuk melindungi salah satu transaksi di dunia perbankan dalam menggunakan peralatan IT. Ceritakan permasalahan yang ada di dunia perbankan yang menggunakan IT ?

    Industri perbankan adalah salah satu bidang jasa yang secara ekstensif menyelenggarakan layanan sdengan memanfaatkan media elektronik (e-banking). Sebagian besar bank pada saat ini bahkan mengandalkan Teknologi Informasi dan media elektronik sebagai basis layanannya.

    Jenis teknologi (e-banking) dan media elektronik yang digunakan antara lain adalah:

    1. Layanan perbankan online, memungkinkan terjadinya hubungan dan transaksi antar cabang secara real time (seketika) melalui jaringan komputer sehingga memudahkan, mempercepat pengelolaan/manajemen serta pelayanan.

    2. Layanan jaringan mesin ATM (Automated Teller Machine), masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan melalui mesin ATM misalnya untuk pembayaran, pengiriman atau penerimaan, pengambilan tunai dan penyetoran (terbatas).

    3. Layanan jaringan EDC (Electronic Data Capture), masyarakat untuk melakukan transaksi pembelanjaan/konsumsi di counter merchant secara elektronik menggunakan kartu debit atau kartu kredit maupun kartu tunai (voucher elektronik)

    4. Layanan phone banking, masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan melalui telepon. Media elektronik yang serupa adalah layanan SMS banking/mobile banking untuk mendukung aktivitas dan mobilitas masyarakat;

    5. Layanan internet banking, masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan melalui media jaringan komputer global yaitu internet;

    6. Layanan kartu kredit, kartu cicilan dan untuk pembayaran tunda sejenisnya.

    Pada prinsipnya disimpulkan ada beberapa titik kerawanan yang patut diwaspadai dan diperbaiki sebagai antisipasi di masa depan di dalam dunia perbankan Indonesia yaitu:

    1. Kerawanan prosedur perbankan.

    2. Kerawanan fisik. Sebagian besar kartu ATM yang digunakan bank saat ini jenisnya magnetic stripe card yang tidak dilengkapi pengaman chip (smart card).

    3. Kerawanan aplikasi. Secara teknis.

    4. Kerawanan perilaku.

    5. Kerawanan regulasi dan kelemahan penegakan hukum
    sumber : bnangkapos

    TUGAS KE-6 : MANAJEMEN DATA BASE

    Senin, 09 Januari 2012
    1.1 Data
    Nilai/value yang turut merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event).

    Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.

    Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan
    kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat
    tertentu. Sebagai contoh, dalam dunia bisnis kejadian-kejadian nyata
    yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut
    dengan transaksi. Misalnya penjualan adalah transaksi perubahan nilai
    barang menjadi nilai uang atau nilai piutang dagang. Kesatuan nyata
    (fact and entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda
    dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
    Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari
    bentuk tunggal data-item. Data merupakan bentuk yang belum dapat
    memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu suatu
    model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan
    informasi.
    2. Database
    Database adalah Kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.
    Menurut Abdul Kadir dan Terra Ch. Trwahyuni (2003:484) Basis Data adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh infomasi.
    Diungkapkan oleh Fathansyah (2002:2) Basis Data merupakan :
    “Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikan rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. Basis Data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Basis Data adalah kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media elektronis”. Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa database atau basis data merupakan sekumpulan data yang saling berhubungan yang berfungsi sebagai penyedia informasi bagi pengguna / user.

    3. Record
    Record adalah Kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file. Misalnya file personalia, tiap-tiap record dapat mewakili data tiap-tiap karyawan.

    4. Field
    Field adalah merepresentasikan suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field membentuk suatu record.
    �� field name: harus diberi nama untuk membedakan field yang satu dengan lainnya
    �� field representation: tipe field (karakter, teks, tanggal, angka, dsb), lebar field (ruang maksimum yang dapat diisi dengan karakter-karakter data).
    �� field value: isi dari field untuk masing-masing record.

    5. Entitas
    Entitas adalah suatu objek yang dapat didefinisikan dalam lingkungan pemakai, sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan dibuat. Sebagai contoh pelanggan, pegawai dll. Seandainya A adalah seorang pegawai maka A adalah isi dari pegawai, sedangkan jika B adalah seorang pelanggan maka B adalah isi dari pelanggan. Karena itu harus dibedakan entitas sebagai bentuk umum dari deskripsi tertentu dan isi entitas seperti A dan B dalam contoh di atas.
    § Fisik Entitas
    Entitas yang bersifat fisik. Contoh : pegawai, guru, dan karyawan.
    § Konsep Entitas
    Entitas yang tidak bersifat konsep. Contoh: gaji,sekolah
    § Entitas Kuat
    Entitas yang mempunyai atribut kunci. Entitas ini bersifat mandiri, keberadaanya tidak bergantung pada entitas lainnya. Percepatan entitas kuat selalu memiliki karakteristik yang unik disebut identifier(sebuah atribut tunggal atau gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat digunakan untuk membedakannya dari entitas kuat yang lain).
    Kebanyakan entitas dalam suatu organisasi dapat digolongkan sebagai entitas kuat (strong entity) yaitu entitas yang mandiri, yang keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Instansiasi entitas kuat selalu memiliki karakteristik yang unik (dinamakan identifier atau sering disebut sebagai atribut pengidentifikasi) yaitu, sebuah atribut tunggal atau gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat digunakan untuk membedakannya dari entitas kuat yang lain.
    § Entitas Lemah
    Entitas yang tidak mempunyai atribut kunci. Entitas lemah diidentifikasikan dengan menghubungkan entitas tertentu dari tipe entitas yang lain ditambah atribut dari entitas lemah. Tipe entitas lain yang dipakai untuk mengidentifikasikan suatu entitas lemah disebut identifying owner dan relasi yang menghubungkan entitas lemah dengan owner disebut identifying relationship Contoh entitas pegawai

    2.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

    ERD merupakan notasi grafis dalam pemodelan data konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan. ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, karena hal ini relatif kompleks. Dengan ERD kita dapat menguji model dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan. Dan dengan ERD kita mencoba menjawab pertanyaan seperti; data apa yang kita perlukan? bagaimana data yang satu berhubungan dengan yang lain?
    ERD menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar data, pada dasarnya ada 3 macam simbol yang digunakan yaitu :
    1. Entiti : adalah suatu objek yang dapat diidentifikasi dalam lingkungan pemakai, sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan dibuat. Sebagai contoh pelanggan, pekerja dan lain-lain. Seandainya A adalah seorang pekerja maka A adalah isi dari pekerja, sedangkan jika B adalah seorang pelanggan maka B adalah isi dari pelanggan. Karena itu harus dibedakan antara entitii sebagai bentuk umum dari deskripsi tertentu dan isi entiti seperti A dan B dalam contoh di atas. Entiti digambarkan dalam bentuk persegi empat.
    2. Atribut : Entiti mempunyai elemen yang disebut atribut, dan berfungsi mendeskripsikan karakter entiti. Misalnya atribut nama pekerja dari entiti pekerja. Setiap ERD bisa terdapat lebih dari satu atribut. Entiti digambarkan dalam bentuk ellips.
    3. Hubungan : Relationship; sebagaimana halnya entiti maka dalam hubunganpun harus dibedakan antara hubungan atau bentuk hubungan antar entiti dengan isi dari hubungan itu sendiri. Misalnya dalam kasus hubungan antara entiti siswa dan entiti mata_kuliah adalah mengikuti, sedangkan isi hubungannya dapat berupa nilai_ujian. Relationship digambarkan dalam bentuk intan / diamonds.

    Jenis-jenis hubungan :
    �� satu ke satu, misalnya dalam suatu perusahaan mempunyai aturan satu supir hanya boleh menangani satu kendaraan karena alasan tertentu.
    �� satu ke banyak / banyak ke satu, misalnya suatu sekolah selalu mempunyai asumsi bahwa satu kelas terdiri dari banyak siswa tetapi tidak sebaliknya, yaitu satu siswa tidak dapat belajar pada kelas yang berbeda.

    3.1 Diagram REA

    Diagram REA adalah secara khusus berguna untuk mendokumentasikan SIA tingkat lanjut yang menggunakan database, karena kardinalitas dalam diagram REA menyediakan informasi mengenai praktik bisnis organisasi dan pola pertukaran ekonominya.

    Sejauh ini telah di tunjukkan bagaimana cara menggunakan model data REA untuk mengarahkan desain SIA. Dalam proses tersebut, di kembangkan diagram REA. Bagian ini, membahas bagaimana diagram REA dapat juga di gunakan untuk mendokumentasikan praktik bisnis dan mengarahkan pencarian informasi dari database.

    MENGGUNAKAN DIAGRAM REA

    1. Dokumentasi praktik bisnis

    Untuk menginterprestasikan secara tepat makna dari kardinalitas pada diagram REA, perlu di pahami dengan baik mengenai hal yang di wakili dari kemunculan setiap entitas. Hal ini biasanya mudah untuk entitas pelaku dan kegiatan,. Setiap kemunculan entitas pelaku mewakili orang atau organisasi tertentu. Sama halnya dengan kemunculan entiras kegiatan yang mewakili transaksi atau aktivitas bisnis tertentu.

    Akan tetapi, pemahaman mengenai hal yang di wakili oleh kemunculan sumber daya, kadang-kadang lebih sulit,. Misalnya mengenai persediaan. Kemunculan dari entitas ini dapat mewakili satu objek fisik tertentu atau kelompok objek, bergantung pada sifat persediaan tersebut. Dalam kasus seperti ini, perlu di uji atribut yang bersosialisasi dngan entitas tersebut guna menentukan apa yang di wakilinya.

    2. Pengambilan informasi dari SIA

    Diagram REA yang lengkap juga berfungsi sebagai petunjuk yang berguna untuk meminta informasi dari database SIA yang di kembangkan untuk siklus pendapatan dengan meNggunakan model data REA, jika di lihat sekilas, akan tampak bahwa sejumlah elemen yang ada pada SIA tradisional, seprti jurnal, buku besar, dan informasi mengenai piutang di hilangkan. Dalam kenyataannya informasi tersebut ada tetapi di simpan dalam format yang berbeda.

    Menghasilkan jurnal dan buku besar, permintaan data(queries) dapat di gunakan untuk menghasilkan jurnal dan buku besar dari database relasional yang di buat dengan menggunakan model REA, informasi biasanya di temukan dalam jurnal yang di simpan dalam tabel-tabel yang di gunakan untuk mencatat data mengenai kegiatan.

    Akan tetapi secara tradisional, jurnal penjualan di gunakan untuk mencatat semua penjualan secara kredit. Oleh sebab itu, permintaan untuk menghasilkan jurnal penjualan secara kredit akan harus menckup tabel penerimaan penjualan dan tunai(kas). Logika dari permintaan akan mencakup pembatasan hasil sehingga hanya menampilkan penjualan yang tidak berhubungan dengan kegiatan pembayaran pelanggan yang terjadi pada hari yang sama dengan penjualan. Proses yang sama dapat diikuti untuk menghasilkan jurnal kegiatan seperti pembelian atau pembayaran.

    Implementasi diagram rea :

    MODEL DATA REA secara khusus dipergunakan dalam desain dtabase SIA sebagai alat pembuatan model konseptual yang fokus pada aspek semantik bisnis yang mendasari aktivitas rantai nilai suatu organisasi.

    MENGIMPLEMETASIKAN DIAGRAM REA DALAM D-BASE RELASIONAL

    × Model data REA mengklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu : (berikan contoh)
    1. sumber daya yang didapat dan dipergunakan organisasi (Resource)
    conth : kas dan persediaan, perlengkapan, gudang pabrik dsb
    2. Kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan organisasi (Event)
    Contoh : sales events, taking customer orders
    3. Pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut (agent)
    Conth : pegawai (staf penjualan dan kasir), pelanggan

    × Membangun diagram REA untuk siklus transaksi tertentu teriri dari empat langkah :

    1. Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan kualitas dasar memberi-untuk-menerima, dalam siklus tersebut.

    Penjelasan :
    • Pertukaran ekonomi dasar dalam siklus pendapatan melibatkan penjualan barang dagangan atau pelayanan, serta serangkaian penerimaan kas sebagai pembayaran dalam penjualan tersebut.

    • Diagram REA untuk siklus pendapatan S&S dengan membuat entitas kegiatan penjualan dan penerimaan kas dalam bentuk persegi panjang, dan hubungan dualitas ekonomi antara mereka, dalam bentuk wajik

    2. Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalm kegiatan tersebut.

    Penjelasan :
    • Ketika kegiatan yang menjadi pusat perhatian telah ditentukan, sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut perlu diidentifikasi.
    • Kegiatan penjualan dapat diterjemahkan menjadi pemberian persediaan kepada pelanggan.
    • Kegiatan penerimaan kas dapat diterjemahkan sebagai menerima kas dari pelanggan.
    • Setelah menentukan sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
    • Paling tidak selalu terdapat satu pelaku internal (pegawai) dan, di sebagian besar kondisi, seorang pelaku eksternal (pelanggan/pemasok) yang terlibat dalam setiap kegiatan.

    3. Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi utnuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan petukaran ekonomi.

    Penjelasan :
    • Langkah ketiga dalam menggambar diagram REA adalah menganalisis kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut dapat dipecah menjadi sebuah kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan pertukaran.
    • Contoh: Kegiatan penjualan dapat dipergunakan untuk mewakili baik penjualan dengan pengiriman maupun yang terjadi di toko. economic exchange event.

    4. Tetapkan kardinalitas setiap hubungan

    Penjelasan :
    • Kardinalitas menunjukkan bagaimana perumpamaan dalam satu entitas dapat dihubungkan ke perumpamaan tertentu dalam entitas lainnya.
    • Kardinalitas sering diungkapkan sebagai pasangan nomor di setiap entitas.
    • Nomor pertama adalah kardinalitas minimum, dan nomor kedua adalah kardinalitas maksimum.
    • Kardinalitas maksimem dari sebuah hubungan menunjukkan apakah setiap baris dalam entitas dapat dihubungkan lebih dari satu baris dalam entitas lainnya on the other side of the relationship.
    • Kardinalitas maksimem dapat baik 1 atau N.
    • Kardinalitas minimem 1 artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu dapat dihubungkan ke hanya satu baris dalam tabel lainnya.
    • Kardinal maksimem N artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu bisa dihubungkan lebih dari satu baris dalam tabel lainnya.

    Sumber : www.google.co.id

    TUGAS KE-5 : APLIKASI SIKLUS PENDAPATAN DAN PENGELUARAN Pengertian Siklus Pendapatan

    Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut. Terdapat empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan :

    1. Entri Pesanan Penjualan :

    • Mengambil pesanan dari pelanggan.
    • Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan.
    • Memeriksa ketersediaan persediaan.

    2. Pengiriman

    Aktivitas dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah memenuhi pesanan pelanggan dan mengirimkan barang dagangan yang diinginkan tersebut, proses ini terdiri dari dua tahap :
    • Mengambil dan mengepak pesanan.
    • Mengirim pesanan tersebut.

    3. Penagihan dan Piutang Usaha

    Aktivitas dasar ketiga dalam siklus pendapatan, melibatkan :
    • Penagihan ke para pelanggan.
    • Memelihara data piutang usaha.

    4. Penagihan Kas

    • Menangani kiriman uang pelanggan.
    • Menyimpannya ke bank.

    Entri Pesanan Penjualan (Aktivitas 1)
    • Fungsi entri pesanan penjualan mencakup tiga aktivitas utama, yaitu :
    1. Mengambil pesanan dari pelanggan
    2. Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan
    3. Memeriksa ketersediaan persediaan

    • Bagaimanapun data pesanan pelanggan diterima pada awalnya, merupakan hal yang penting bahwa semua data yang dibutuhkan untuk memproses pesanan tersebut dikumpulkan dan dicatat secara akurat. Oleh sebab itu, pemeriksaan edit berikut ini harus dilakukan untuk memastikan akurasi yang menyeluruh:
    - Pemeriksaan validitas, Uji kelengkapan
    - Uji kewajaran
    - Persetujuan kredit
    - Otorisasi umum, Batas kredit
    - Otorisasi khusus:Pemeriksaan batas

    • Langkah berikutnya adalah, menetapkan apakah tersedia cukup persediaan untuk memenuhi pesanan tersebut.
    • Internally generated documents produced by sales order entry:
    - Pesanan penjualan
    - Slip pengepakan
    - Kartu pengambilan barang

    Pengiriman (Aktivitas 2)
    • Warehouse workers are responsible for filling customer orders by removing items from inventory.
    • Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan informasi:
    - Menentukan metode pengiriman.
    - in-house
    - outsource

    • Dokumen, catatan, dan prosedur:
    o Kartu pengambilan printed by the sales order entry triggers the shipping process and is used to identify which products to remove from inventory.
    o Jumlah phisik dibandingkan dengan kuantitas pada kartu pengambilan dan slip pengepakan.
    o Beberapa tempat pemeriksaan dibuat dan dokumen pengiriman dipersiapkan.

    Penagihan dan Piutang Usaha (Aktivitas 3)
    • Dua aktivitas yang dilakukan pada stage siklus pendapatan ini adalah:
    1. Invoicing customers
    2. Maintaining customer accounts

    • Jenis sistem penagihan:

    o Dalam sistem setelah penagihan, faktur dipersiapkan setelah confirmasi bahwa barang-barang dikirim.
    o Dalam sistem pra penagihan, faktur dipersiapkan (tetapi tidak dikirim) sesegera pesanan disetujui.
    • Persediaan, piutang dagang, dan file buku besar diperbaharui pada waktu ini.
    • Metode-metode pengurusan piutang dagang:
    o Metode faktur terbuka
    o Metode pembayaran gabungan
    • Untuk memperoleh aliran penerimaan kas yang lebih seragam, banyak perusahaan menggunakan proses yang disebut Penagihan berdaur.

    Penagihan Kas (Aktivitas 4)
    • Dua bagian yang terlibat dalam aktivitas ini adalah:
    1. Kasir
    2. Fungsi piutang dagang

    • Keputusan-keputusan penting dan Kebutuhan Informasi:
    1. Pentingnya pengurangn pencurian kas.
    2. Fungsi penagihan piutang dagang seharusnya tidak mempunyai akses phisik ke kas atau cek.
    3. Fungsi piutang dagang harus mampu mengidentifikasi sumber suatu pengiriman uang dan vaktur aplikasi harus dikredit.

    • Dokumen, catatan, dan prosedur:
    1. Cek diterima dan dikirim (disimpan).
    2. Daftar pengiriman uang dipersiapkan dan dimasukkan secara on-line pelanggan, nomor faktur, dan jumlah setiap pembayaran.
    3. The system performs a number of on-line edit checks to verify the accuracy of data entry.

    PROSEDUR PEMROSESAN INFORMASI

    Apakah contoh prosedur pemrosesan informasi tambahan yang seharusnya SIA sediakan ?
    • Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
    • Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
    • Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
    • Kepuasan pelanggan
    • Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
    • Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan.

    PENGENDALIAN : TUJUAN, ANCAMAN DAN PROSEDUR

    Di dalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan berikut ini dicapai :
    • Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat.
    • Semua transaksi dicatat dengan akurat.
    • Aset (kas, persediaan, dan data) dijaga dari kehilangan ataupun pencurian.
    • Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif.
    • Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar.
    • Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi).

    KEBUTUHAN INFORMASI SIKLUS PENDAPATAN DAN MODEL DATA

    SIA didesain untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data kegiatan bisnis agar manajemen mendapatkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.

    Model Data Siklus Pendapatan

    • The REA data model provides one method for designing a data base that efficiently integrates both financial and operating data.
    • A simplified REA data model for the revenue cycle of a manufacturing company should include the following information:
    – Dua sumber utama (kas dan persediaan) berguna dalam siklus pendapatan
    – SIA didesain untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data kegiatan bisnis agar manajemen mendapatkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.

    Kebutuhan Informasi Siklus Pendapatan: Data Operasional
    Data operasional dibutuhkan untuk mengawasi kinerja dan untuk melakukan tugas-tugas rutin berikut ini :
    • Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan
    • Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak
    • Menentukan ketersediaan persediaan
    • Memilih metode untuk mengirim barang
    Kebutuhan Informasi Siklus Pendapatan: Informasi Sekarang dan Masa Lalu
    Informasi yang lampau dan yang saat ini diperlukan agar menajemen dapat membuat keputusan strategis berikut ini :
    • Menentukan harga produk dan jasa
    • Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi
    • Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan
    • Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek
    • Merencanakan kampanye pemasaran yang baru

    Kebutuhan Informasi Siklus Pendapatan: Penilaian Kinerja
    SIA juga harus menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja proses yang penting berikut ini :
    • Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
    • Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
    • Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
    • Tingkat dan tren kepuasan pelanggan
    • Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
    • Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan
    • Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan
    • Keefektifan iklan dan promosi
    • Kinerja staf penjualan
    • Pengeluaran piutang ragu-ragu dan kebijakan kredit

    Pengertian Aplikasi Siklus Pengeluaran :
    • Sikklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
    • Tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.

    Sikklus Pengeluaran : Keputusan-keputusan penting :
    • Berapakah tingkat optimal persediaan dan perlengkapan yang akan ditanggung?
    • Pemasok manakah yang memberikan kualitas dan layanan terbaik dengan harga terbaik ?
    • Dimanakah persediaan dan perlengkapan akan disimpan ?
    • Bagaimana cara organisasi mengkonsolidasi pembelian di lintas unit untuk mendapatkan harga yang optimal ?
    • Bagaimana TI dapat digunakan untuk meningkgatkan baik efisiensi maupun keakuratan fungsi logistik inbound ?
    • Apakah tersedia cukup kas untuk memanfaatkan diskon yang diberikan oleh pemasok ?
    • Bagaimana pembayaran ke vendor dapat dikelola untuk memaksimalkan arus kas ?

    Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran :
    • Apakah tiga aktivitas bisnis dasar dalam siklus pengeluaran ?
    1. Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
    2. Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
    3. Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)

    Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) :
    • Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan.

    – Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]):
    • Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan.

    • Metode-metode pengendalian persediaan alternatif :
    – MRP (material requirement planning)
    • Pendekatan ini bertujuan mengurangi tingkat persediaan yang dibutuhkan dengan cara menjadwalkan produksi, bukan memperkirakan kebutuhan.
    – JIT (just in time)
    • Sistem JIT berusaha untuk meminimalkan, jika bukan menghilangkan, baik biaya penggudangan maupun kekurangan persediaan.
    • Apakah perbedaan utama antara Materials requirements planning (MRP) dan Just-In-Time (JIT) ?
    – Sistem MRP menjadwalkan produksi untuk memenuhi perkiraan kebutuhan penjualan, sehingga menghasilkan persediaan barang jadi.
    – Sistem JIT menjadwalkan produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan, sehingga secara nyata meniadakan persediaan barang jadi.

    • Dokumen-dokumen dan prosedur-prosedur:
    • Permintaan pembelian adalah sebuah dokumen yang mengidentifikasikan berikut ini :
    – Peminta dan mengidentifikasi nomor barang
    – Menspesifikasikan lokasi pengiriman dan tanggal dibutuhkan
    – Deskripsi, jumlah barang, dan harga setiap barang yang diminta
    – Dan dapat berisi pemasok yang dianjurkan
    • Apakah keputusan penting itu ?
    – Menetukan pemasok (vendor)
    • Faktor-faktor apakah yang harus dipertimbangkan dalam membuat kieputusan ini ?
    – Harga, kualitas bahan baku
    – Dapat diandalkan dalam melakukan pengiriman

    • Dokumen-dokumen dan prosedur-prosedur:
    • Pesanan pembelian adalah sebuah dokumen atau formulir elektronis yang secara formal meminta pemasok untuk menjual dan mengirimkan produk yang disebutkan dengan harga yang telah ditentukan.
    • Pesanan pembelian juga merupakan janji untuk membayar dan menjadi sebuah kontrak begitu pemasok menyetujuinya.
    • Sering kali, beberapa pesanan pembelian dibuat untuk memenuhi satu permintaan pembelian.

    Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) :
    • Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan.
    • Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi:
    • Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama:
    1 Memutuskan apakah menerima pengiriman
    2 Memeriksa jumlah dan kualitas barang
    • Dokumen-dokumen dan prosedur-prosedur:
    • Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian.
    1. Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima.
    Membayar barang dan jasa (layanan) : Menyetujui Faktur Pemasok :
    • Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembbayaran.
    – Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar
    – Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran
    • Tujuan utang usaha adalah untuk mensahkan pembayaran hanya untuk barang dan jasa yang dipesan dan benar-benar diterima.
    • Ada dua cara untuk memproses faktur penjualan dari vendor :
    – Sistem tanpa voucher
    - Sistem Voucher

    Membayar barang dan jasa (layanan): Memperbaiki Utang Usaha :

    Pemrosesan efisiensi dapat diperbaiki dengan:
    • Meminta para pemasok untuk memberikan faktur secara elektronis, baik melalui EDI atau melalui Internet
    • Penghapusan faktur vendor (pemasok). Pendekatan tanpa faktur ini disebut Evaluated Receipt Settlement (ERS).

    Membayar Barang: Membayar faktur penjualan yang telah disetujui :
    • Kasir menyetujui faktur
    • Gabungan dari faktur vendor dengan dokumen pendukungnya disebut : Bundel voucher.
    • Keputusan penting dalam proses pengeluaran kas adalah menetapkan apakah akan memanfaatkan diskon yang ditawarkan untuk pembayaran awal.

    Kebutuhan Informasi :
    • Fungsi ketiga dari SIA adalah menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
    • Kegunaan dalam siklus pengeluaran berarti bahwa SIA harus memberikan informasi operasional yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi-fungsi berikut ini :
    – Menetapkan kapan dan seberapa banyak tambahan persediaan yang akan dipesan.
    – Memilih pemasok yang tepat untuk pesanan.
    – Memverifikasi akurasi faktur dari vendor.
    – Memutuskan apakah diskon pembelian harus dimanfaatkan.
    – Mengawasi kebutuhan arus kas untuk membayar kewajiban yang belum diselesaikan.

    • Sebagai tambahan, SIA harus memberikan informasi evaluasi strategis dan kinerja berikut ini:
    – Efisiensi dan efektivitas bagian pembelian
    – Analisis kinerja pemasok, seperti pengiriman tepat waktu dan kualitas.
    – Waktu yang digunakan untuk memindahkan barang dari area penerimaan ke produksi.
    – Persentase diskon pembelian yang dimanfaatkan.

    Pengendalian : Tujuan, Ancaman, dan Prosedur :
    • Fungsi lain SIA yang dirancang dengan baik adalah untuk memberikan pengendalian yang cukup untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan berikut terpenuhi:
    • Transaksi-transaksi diotorisasi dengan tepat.
    • Transaksi-transaksi dicatat dengan valid.
    • Valid, otorisasi transaksi dicatat.
    • Transaksi dicatat secara akurat.
    • Aset (Kas, persediaan, dan data) diamankan (dijaga) dari kehilangan atau pencurian.
    • Aktivitas bisnis dilakukan secara efisien dan dengan efektif.
    • Apakah ancaman-ancaman itu ?
    • Mencegah kehabisan &/atau keleihan persediaan
    • Meminta barang yg tidak dibutuhkan
    • Membeli dengan harga yg dinaikkan
    • Membeli barang berkualitas rendah
    • Membeli dari pemasok yang tidak diotorisasi
    • Komisi (kickbacks)
    • Menerima barang yang tidak dipesan
    • Membuat kesalahan dalam penghitungan
    • Mencuri persediaan
    • Gagal memanfaatkan diskon pembelian yang tersedia
    • Kesalahan mencatat dan memasukkan data dalam utang usaha
    • Kehilangan data

    • Apakah prosedu-prosedur pengendalian itu ?
    • Sistem pengendalian persediaan
    • Analisis kinerja pemasok
    • Persetujuan permintaan pembelian
    • Batasi akses ke permintaan pembelian kosong
    • Konsultasi daftar harga
    • Pengendalian anggaran
    • Gunakan daftar pemasok yang disetujui
    • Persetujuan pesanan pembelian
    • Pemesanan pembelian sebelum penomoran
    • Larangan hadiah dari para pemasok
    • Insentif ke semua rekening pengiriman
    • Pengendalian akses phhisik
    • Cek ulang akurasi faktur
    • Pembatalan pengepakan voucher

    Model Data Siklus Pengeluaran :
    • Penggabungan model data REA kedua-duanya (both) data transaksi akuntansi tradisional dengan data operasional lain.
    • Apakah contoh-contohnya?
    – Tanggal dan jumlah tiap pembelian
    – Information tentang dimana barang-barang disimpan
    – Ukuran kinerja pemasok, seperti tanggal pengiriman

    Model Data Siklus Pengeluaran :
    • Model diagram REA hubungan antara kegiatan barang yang diminta dan pemesanan barang dimodelkan sebagai hubungan banyak ke satu.
    • Mengapa ?
    – Kadang-kadang perusahaan menerbitkan pemesanan pembelian untuk permintaan pembelian individu.
    – Pada waktu yang lain mengambil keuntungan dari pemotongan volume dengan menerbitkan satu pemesanan pembelian untuk satu set permintaan.

    Model Data Siklus Pengeluaran :
    • Mengapa ada hubungan banyak ke banyak antara kegiatan pemesanan barang dan penerimaan barang ?
    – Kadang-kadang para pemasok membuat beberapa pengieiman terpisah untuk mememnuhi satu pesanan pembelian.
    – Lain waktu, Para pemasok mengisi beberapa pesanan pembelian dengan satu pengiriman.
    – Kadang-kadang, para pemasok melakukan pengiriman untuk mengisi penuh pesanan pembelian tunggal.



    RUANG LINGKUP BATASAN Data Flow Diagram (DFD) :
    Data Flow Diagram (DFD) :
    Data flow Diagram (DFD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari sistem. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telepon, surat, dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, harddisk, tape, diskette, dan lain sebagainya).
    Simbol-sombol yang digunakan di DFD mewakili maksud tertentu, yaitu :
    1. External entity (kesatuan Luar) atau boundary (batas sistem).
    Setiap sistem pasti memiliki batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainya yang berada di lingkungan luarnya yang memberikan input atau menerima output dari sistem.
    2. Data flow (arus data).
    Arus data di DFD diberi simbol panah. Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan, dan kesatuan luar.
    3. Process (proses).
    Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
    4. Data store (simpanan data).
    Merupakan simpanan dari data yang dapat berupa suatu file atau database di komputer, suatu arsip atau catatan manual dan lain sebagainya.

    Data Flow Diagram (DFD) :

    Raymond Mcleod, Jr. (2001:403) mengemukakan bahwa:


    “Diagram Arus Data (Data Flow Diagram) atau DFD adalah suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang menggunakan sejumlah bentuk-bentuk simbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan”.

    Andri Kristanto (2003:55) mengemukakan bahwa :


    “DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut”.
    Berdasarkan pengertian yang telah dikemukakan diatas, dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan Data Flow Diagram/DFD adalah model logika data atau proses dari suatu sistem yang menggambarkan aliran data darimana asal dan kemana tujuan data yang saling berhubungan dengan menggunakan bentuk-bentuk simbol tertentu.
    Sumber : www.google.com

    Pengertian Analisis Sistem Informasi

    Minggu, 27 November 2011
    Sistem Informasi / Information System (IS) adalah Pengaturan manusia,data, proses dan teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung sebuah organisasi.
    Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
    Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
    Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan permasalahan tersebut.
    Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan komputer.
    Teknologi Informasi adalah Istilah yang menggambarkan kombinasi teknologi komputer (perangkat keras dan perang lunak) dengan teknologi komunikasi (jaringan data, suara, dan gambar)
    Suatu sistem akan dirancang oleh satu orang atau sekelompok orang yang membentuk tim. Orang yang merancang sistem ini disebut Sistem Analis. Ada 4 fungsi dalam Sistem Analis, yaitu :
    Fungsi Sistem Analis :
    - Mengidentifikasikan masalah-masalah dari pemakai / user.
    - Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user.
    - Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah.
    - Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permintaan user.
    - Peranan Analis Sistem
    Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu :
    1. Sebagai konsultan
    2. Sebagai ahli pendukung
    3. Sebagai agen perubahan
    - Tugas Analis Sistem
    Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :
    1. mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan.
    2. menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.
    3. merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.
    4. menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.
    5. mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut.
    • Penguraian dari suatu Sistem Informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.
    Tahapan Analisis sistem
    • Tahap analisis merupakan tahap yang paling kritis dan sangat penting, karena kesalahan di tahapan ini akan menyebabkan kesalahan di tahap selanjutnya
    • Hasil dari analisis sistem adalah:
    laporan yang dapat menggambarkan sistem yang telah dipelajari dan diketahui bentuk permasalahannya serta rancangan sistem baru yag akan dibuat atau dikembangakan.
    Tujuan Analisis Sistem
    • Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan
    • Membantu para pemngambil keputusan
    • Mengevaluasi sistem yang telah ada
    • Merumuskan tujuan yang ingin dicapai berupa pengolahan data maupun pembuatan laporan baru
    • Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem
    Yang perlu diperhatikan oleh Analisis Sistem
    • Mempelajari permasalahan yang ada secara terinci
    • Menentukan pendekatan yang akan digunakan dalam memecahkan masalah
    • Membuat suatu pertimbangan apakah perlu atau tidak menggunakan cara komputerisasi.
    Langkah langkah dalam Pengerjaan Analisis sistem
    • Mengidentifikasi masalah
    • Mengidentifikasi penyebab masalah
    • Analisis sistem
    • Mengidentifikasi solusi dari masalah
    • Analisis Kebutuhan
    • Mengidentifikasi data apa dan proses apa yang dibutuhkan pada sistem baru.
    • Menentukan kebutuhan fungsional dan non-fungsional dari sistem baru
    Kebutuhan fungsional
    • Menunjukkan what the system should do.
    • Menunjukkan fasilitas apa yang dibutuhkan serta aktivitas apa saja yang terjadi dalam sistem baru.
    Kebutuhan fungsional mencakup:
    • Fungsi deskripsi kebutuhan
    • Laporan baik hardcopy maupun softcopy
    • Updating dan query online
    • Penyimpanan data, pencarian kembali dan transfer data
    •
    Kebutuhan Non Fungsional mencakup:
    • Waktu respon
    • Rata-rata waktu untuk kegagalan
    • Kebutuhan keamanan
    • Akses untuk pengguna yang tidak punya hak
    – pa-apa, dicantumkan juga boleh


    Perlunya Pengembangan Sistem Informasi (SI)

    Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena
    beberapa hal :
    1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem
    yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa, yaitu :
    - Ketidak beresan sistem yang lama
    Ketidak beresan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang
    lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.

    - Pertumbuhan organisasi
    Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.

    2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
    Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.
    3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
    Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah

    Prinsip Pengembangan SI

    Prinsip-prinsip pengembangan sistem, adalah :

    1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
    2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar

    Maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
    - Semua alternatif yang ada harus diinvestigasikan
    - Investasi yang terbaik harus bernilai

    3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
    4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses
    pengembangan sistem
    5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
    6. Jangan takut membatalkan proyek
    7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

    Tahapan Pengembangan SI (SDLC)


    1. Tahap Perencanaan

    - Alat dan Teknik yang digunakan:
    Joint Application Development (JAD)
    Entity Relationship Diagram (ERD)

    - Tujuan utama:
    Mengajukan proposal dan menentukan prioritas
    Proposal proyek berdasarkan Analisa kelayakan TELOS dan Faktor strategik PDM

    - Hasil :
    Laporan sistem perencanaan

    2. Tahap Analisis
    - Alat dan Teknik yang digunakan :
    -  JAD  Decision Table
    - DFD  Decision Tree
    -  Kamus Data  Equation
    -  ERD  Interview
    -  State Transition Diagram (STD)  Sampling
    -  Structured English  Observasi


    - Tujuan utama :
    Investigasi, Membuat spesifikasi dan model dari kebutuhan pemakai
    - Hasil :
    Laporan sistem analisis

    3. Tahap Perancangan Umum

    - Alat dan Teknik yang digunakan :
    -  Lembar kerja perancangan secara umum  DFD
    -  JAD  Kamus Data
    -  ERD  STD
    -  Structured English  Decision Table
    -  Decision Tree  Equation

    - Tujuan utama :
    Membuat alternatif‐alternatif rancangan sistem secara umum

    - Hasil :
    Laporan Rancangan Sistem Secara Umum


    4. Tahap Evaluasi dan Seleksi
    - Alat dan Teknik yang digunakan :
    -  Lembar kerja kelayakan TELOS
    -  Lembar kerja faktor strategik PDM
    -  Lembar kerja MURRE (Maintainability, Usability, Reusability, Realibility dan
    - Extendability)
    -  Analisis biaya dan keuntungan

    - Tujuan utama :
    Mendefinisikan hasil yang optimal dari setiap alternatif‐alternatif rancangan secara umum.
    - Hasil :
    Laporan Evaluasi dan seleksi

    5. Tahap Perancangan Rinci
    - Alat dan Teknik yang digunakan :
    -  Various layout grids
    -  Various modeling tools

    - Tujuan utama :
    Membuat rancangan secara fungsional untuk : output, input, proses, control,
    database, dan platform teknologi

    - Hasil :
    Laporan rancangan rinci (blueprint untuk sistem baru)



    6. Tahap Implementasi
    - Alat dan Teknik yang digunakan :
    -  Software Metric  JAD
    -  Struktur berbentuk grafik  ERD yg sudah dimodifikasi
    -  Struktur program flowchart  Bahasa pemrograman komputer
    -  Struktur berbentuk Bhs Inggris  Perangkat lunak untuk pengembangan
    -  Decision Table  Walkthrough
    -  Decision Tree  Test Case
    -  Equation  Training
    -  W/O diagram  Review sebelum implementasi

    - Tujuan utama :
    Membangun sistem baru dan mengoperasikan

    - Hasil :
    Laporan implementasi system