• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
  • English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

    PENGERTIAN E-COMMERCE

    Jumat, 03 Desember 2010
    Definisi E-Commerce menurut Laudon & Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.
    E-Commerce atau yang biasa disebut juga dengan istilah Ecom atau Emmerce atau EC merupakan pertukaran bisnis yang rutin dengan menggunakan transmisi Electronic Data Interchange (EDI), email, electronic bulletin boards, mesin faksimili, dan Electronic Funds Transfer yang berkenaan dengan transaksi-transaksi belanja di Internet shopping,
    Stock online dan surat obligasi, download dan penjualan software, dokumen, grafik, musik, dan lain-lainnya, serta transaksi Business to Business (B2B). (Wahana Komputer Semarang 2002).
    Sedangkan definisi E-Commerce menurut David Baum (1999, pp. 36-34) yaitu: E-Commerce is a dynamic set of technologies, applications, and bussines process that link enterprises, consumers, and communities through electronics transactions and the electronic exchange of goods, services, and informations.
    Diterjemahkan oleh Onno. W. Purbo: E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelavanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

    Definisi dari E-Commerce menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 3 perspektif berikut:
    1. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
    2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang
    menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
    3. Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
    4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.
    Jenis-jenis E-Commerce
    Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
    1. Business to Business, karakteristiknya:
    • Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
    • Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
    • Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
    • Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
    2. Business to Consumer, karakteristiknya:
    • Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
    • Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
    • Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
    • Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)
    Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
    Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.
    CONTOH TOKO / SITUS BERBASIS E-COMMERCE
    Banyak toko - toko online bermunculan di internet, salah satunya ialah Forum Jual Beli yang dibuat oleh Kaskus.us, dimana forum ini akan mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu forum.
    MEKANISME PELAYANAN
    Mekanisme dalam berjualan di FJB ini adalah, dimana seseorang harus mempunyai akun kaskus, agar dapat menjual produknya di FJB Kaskus. Setelah berhasil, kita dapat menjelaskan detail produk yang dipasarkan beserta gambar produk tersebut.
    MEKANISME PEMBAYARAN
    Biasanya seorang / sebuah toko online, akan menyediakan rekening, mekanismenya seperti ini :
    - Pertama jika kita ada niat untuk membeli produk online, kita dapat menyampaikannya ke penjual dengan cara sms (biasanya penjual mencantumkan nomor telepon), e-mail atau komentar pada web tersebut.
    - Kedua kita akan diminta mentransfer sejumlah uang pada penjual, setelah ditransfer kiat diharuskan mengkonfirmasinya.
    - Ketiga setelah itu kita akan mendapat informasi bahwa produk sedang dikirim.
    KELEMAHAN
    Seperti kebanyakan toko online lainnya, kelemahannya ialah maraknya penipuan di FJB, seperti memberi nomor rekening palsu atau produk tidak diantar.

    Dengan adanya E-Commerce, seseorang tidak perlu repot - repot pergi ke toko yang jauh untuk membeli sebuah produk, tapi dengn adanya E-Commerce, kita hanya perlu duduk dan melihat - lihat produk yang dipasarkan di Internet.
    SUMBER :

    http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/e-commerse-definisi-jenis-tujuan.html


    http://tamrinarea.blogspot.com/2010/10/definisi-e-commerce-berikut-contoh.html

    Universitas Gunadarma Sebagai Suatu Sistem.

    Jumat, 05 November 2010
    Universitas Gunadarma Sebagai Suatu Sistem.

    Sebagai Contoh:
    1. Misalnya sistem perkuliahan,
    a. data mahasiswa seperti (Nama, NPM, Kelas, Jurusan) sebagai input.
    b. kegiatan belajar mengajar di kelas, Kuis, UTS, UAS, Ujian Utama sebagai proses.
    c. dan Daftar Nilai Siswa (DNS) sebagai output dari proses tersebut.

    2. Sistem pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), sebagai mahasiswa kita wajib mempunyai KRS untuk mengetahui kita aktif atau tidak pada semester tersebut dan juga untuk mengetahui jumlah sks yang kita ambil pada semester tersebut.
    a. Untuk membuat KRS yang pertama kita menyerahkan blanko pembayaran kepada petugas PSA Online sebagai syarat pengisian KRS.

    b. Setelah itu kita boleh mengisikan data indentitas diri pada terminal yang telah disediakan di PSA Online, seperti, (Jurusan, Nama, NPM, Tanggal lahir, No. Telp) sebagai input dari proses pembuatan KRS.

    c. Memilih mata kuliah yang akan kita ambil.

    d. Jika sudah yakin, maka selesai semua proses tersebut dan kita tinggal menunggu KRS tercetak sebagai output dari proses tersebut

    Sistem Informasi Manajemen

    Minggu, 03 Oktober 2010
    Sistem Informasi Manajemen merupakan suatu sistem yang memiliki suatu struktur, di dalam tulisan ini kita akan mempelajari sedikit gambaran dan struktur didalam suatu SIM.
    Pengertian
    Sistem Informasi Manajemen Berasal dari kata Management Information Systems dalam bahasa Inggris merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
    Menurut Kroenke, David, 1989 Sistem Informasi Manajemen adalah pengembangan dan penggunaan sistem - sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi.
    Pembahasan
    Pengertian SIM dalam istilah umum adalah sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi organisasi, manajemen, dan proses pengambilan keputusan di dalam suatu organisasi. Sistem ini menggunakan hardware dan software komputer, prosedur pedoman, model manajemen, dan keputusan serta sebuah bank atau basis data yang disebut database. Didalam melaksanakan suatu SIM akan melakukan proses pemasukan , pengolahan dan proses manajemen. Didalam proses manajemen SIM didefinisikan sebagai aktivitas - aktivitas:
    • Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
    • Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
    Tujuan umum Sistem Informasi Manajemen yaitu:
    • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
    • Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
    • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

    Struktur SIM
    Didalam suatu SIM terdapat suatu struktur dipandang menurut konsep struktural yaitu struktur konseptual dan fisik memungkinkan pembahasan dan perancangan sistem fisik yang akan mendefinisikan cara pelaksanaan suatu SIM.
    • Struktur Konseptual
    • Struktur Fisik
    Struktur konseptual suatu SIM adalah untuk subsistem fungsional yang terpisah ditambah suatu pangkalan data, beberapa aplikasi umum, dan satu model dasar analisa umum dan model keputusan. Pada struktur fisik semua aplikasi terdiri atas program yang sama sekali terpisah, tetapi hal ini tidak selalu demikian adanya sehingga ada penghematan yang cukup besar dari pengolah terpadu dan pemakain modul umum. Pengolahan terpadu dicapai dengan perencanaan berbagai aplikasi yang paling berhubungan sebagai suatu sistem tunggal untuk menyederhanakan kaitan (interface) dan mengurangi duplikasi masukan sehingga melewati batas fungsional. Struktur fisik juga dipengaruhi pemakain modul umum untuk pengoperasian pengolahan yang menyebabkan tidak ada aplikasi yang lengkap tanpa pemakaian modul umum.
    Selain menggunakan pandangan struktuar SIM mengunakan beberapa pendekatan atau pandangan yang terpisah, tetapi klasifikasinya berhubungan :
    1. SIM berdasarkan elemen - elemen operasi
    Jika diminta untuk memperlihatkan sistem informasi dari sebuah organisasi, maka akan diperlihatkan komponen fisiknya.
    2. SIM sebagai pendukung keputusan
    Keputusan - keputusan dibuat untuk memecahkan masalah. Dalam usaha memecahkan suatu masalah, pemecah masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan.
    3. SIM berdasarkan aktifitas atau kegiatan manajeman
    Struktur dari suatu sistem informasi dapat diklasifikasikan dalam bentuk suatu Hirarki dari perencanaan manajeman dan aktifitas pengendalian. Kegiatan dan informasi untuk tiga tingkat adalah saling berhubungan.
    4. SIM berdasarkan fungsi organisasi
    Sistem informasi manajeman dapat dianggap sebagai suatu federasi subsistem yang didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. Masing-masing subsistem membutuhkan aplikasi - aplikasi untuk membentuk semua proses informasi yang berhubungan dengan fungsinya, walaupun akan menyangkut database, model base dan beberapa program komputer yang biasa untuk subsistem fungsional. Dalam masing-masing subsistem fungsional, terdapat aplikasi untuk proses transaksi, pengendalian operasional, pengendalian manajeman dan perencanaan strategis.
    Kesimpulan
    Didalam melaksanakan suatu SIM akan melakukan proses pemasukan , pengolahan dan proses manajemen untuk Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen semua itu tidak akan terjadi tanpa suatu struktur dalam SIM.
    Diambil dari :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Informasi_Manajemen
    http://blog.re.or.id/struktur-sistem-informasi-manajemen.html


    Komponen SIM
    Komponen sistem informasi manajemen adalah seluruh elemen yang membentuk suatu sistem informasi. didalam Komponen sistem informasi terdabat delapan blok bangunan. Kedelapan blok bangunan itu adalah blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, Blok Komponen software, Blok Komponen hardware dan blok kendali.
    • Blok masukkan adalah blok yang mewakili semua data yang dimasukkan atau diinput oleh pengguna kedalam system informasi, termasuk diantaranya metode dan media untuk memperoleh data yang dimasukkan atau diinput, yang dapat juga berupa dokumen dasar.
    • Blok model yaitu blok yang terdiri dari kombinasi-kombinasi prosedur, logika dan juga model matematik yang akan memanipulasi atau mentransformasikan data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan data yang diinginkan.
    • Blok keluaran hasil dari system informasi itu sendiri yaitu berupa data atau informasi yang bermanfaat dan berkualitas.
    • Blok Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
    • Blok basis data adalah semua kumpulan file yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses secara mudah dan cepat.
    • Blok kendali yaitu pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang bias merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.
    • Blok Komponen software merupakan Software yang berfungsi sebagai tempat untuk mengolah, menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untukmenciptakansuatuinformasi.
    • Blok Komponen hardware merupakan Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
    Komponen sistem informasi terbagi menjadi dua yaitu komponen Sistem informasi manajemen secara fungsional dan sistem informasi manajemen secara fisik :
    1. Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fungsional
    Komponen sistem informasi adalah seluruh komponen yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data, pengolahan, pengiriman, penyimpanan, dan penyajian informasi yang dibutuhkan untuk manajemen, meliputi:
    a. Sistem Administrasi dan Operasional
    Sistem ini melaksanakan kegiatan-kegiatan rutin dalam melakukan penoperasian dan administrasi seperti bagian personalia, administrasi dan sebagainya dimana telah ditentukan prosedur-prosedurnya dan sistem ini harus diteliti terus menerus agar perubahan-perubahan dapat segera diketahui.
    b. Sistem Pelaporan Manajemen
    Sistem ini berfungsi untuk membuat dan menyampaikan laporan-laporan yang bersifat periodik kepada pengambil keputusan atau manajer dalam merencanakan (menetapkan strategi, tujuan dan arah tindakan), mengorganisasikan, memprakarsai, mengkoordinir dan mengendalikan operasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    c. Sistem Database
    adalah sebuah bank data yang dapat dijangkau oleh sistem. Database memuat seluruh data perusahaan yang peranannya sangat penting bagi kelancaran organisasi, sehingga dibutuhkan suatu manajemen pengolahan yang baik. Berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi oleh beberapa unit organisasi, dimana database mempunyai kecenderungan berkembang sejalan dengan perkembangan organisasi, sehingga interaksi antar unit akan bertambah besar yang menyebabkan informasi yang dibutuhkan juga akan semakin bertambah.
    d. Sistem Pencarian
    Berfungsi memberikan data atau informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan permintaan dan dalam bentuk yang tidak terstruktur.
    e. Manajemen Data
    Berfungsi sebagai media penghubung antara komponen-komponen sistem informasi dengan database dan antara masing-masing komponen sistem informasi.
    2. Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fisik
    Komponen Sistem Informasi Manajemen secara fisik adalah keseluruhan perangkat dan peralatan fisik yang digunakan untuk menjalankan sistem informasi manajemen. Komponen-komponen tersebut meliputi:
    a. Perangkat keras:
    1) Komputer (CPU, Memory)
    2) Pesawat Telepon
    3) Peralatan penyimpan data (Decoder)
    b. Perangkat lunak
    adalah aplikasi-aplikasi yang digunakan didalam computer itu sendiri untuk melakukan atau membantu melakukan proses memasukkan data
    1) Sistem Operasi
    2) Program aplikasi
    c. DataBase
    1) File-file tempat penyimpanan data dan informasi
    2) Media penyimpanan seperti pita komputer, paket piringan.
    d. Prosedur pengoperasian
    1) Instruksi untuk pemakai, cara yang diperlukan bagi pemakai untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan
    2) Instruksi penyiapan data sebagai input
    3) Instruksi operasional
    e. Personalia pengoperasian
    1) Operator
    2 ) Programmer
    3) Analisa sistem
    4) Personalia penyiapan data
    5) Koordinator operasional SIM dan pengembangannya.
    Kesimpulan
    keseluruhan perangkat dan peralatan fisik yang digunakan untuk menjalankan sistem informasi manajemen yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data, pengolahan, pengiriman, penyimpanan, dan penyajian informasi yang dibutuhkan untuk manajemen adalah komponen komponen SIM
    Saran
    Dalam menjalankan suatu SIM kita harus memperhatikan komponen-komponen SIM yang kita butuhkan jangan sampai terjadi keslahan dalam mentukan komponen yang akan kita gunakan referensi.
    http://22adi.blogspot.com/2010/01/komponen-pendukung-sim.html

    Cara Mengecilkan Perut Buncit

    Jumat, 07 Mei 2010
    Latihan Praktis Untuk Mengecilkan Perut Buncit

    Memiliki perut keren,
    dan kencang merupakan dambaan bagi hampir setiap orang, namun untuk menjadikan perut memiliki bentuk yang ideal di perlukan sedikit usaha, tidak cukup hanya dengan sit-up ratusan kali sehari. Selain sit-up olahraga seperti jogging, renang, Aerobik, Jalan Santai juga bisa membantu mengecilkan perut Anda. Tapi, latihan sekeras mungkin juga nggak bakalan bikin perut kamu oke kalau nggak diimbangi sama diet untuk mengurangi timbunan lemak di daerah perut. Oke silahkan ikuti tips berikut ini untuk mendapatkan perut seperti yang Anda idamkan.
    Pertama pastinya, sit-up, cara pengecilan perut yang paling populer. Tapi sit-up ini lebih oke lagi kalau divariasikan dengan gerakan menyilang. Nggak hanya sekedar lurus ke atas dan ke bawah. Ketika bangun, siku kanan diarahkan ke kaki kiri, begitu juga sebaliknya secara bergantian.
    Sebelum banyak berlatih ada beberapa hal yang perlu kamu ingat untuk menghindari “kecelakaan”.
    1. Ketika sit-up jangan pernah menarik atau menekan bagian leper dan kepala.
    2. Usahakan kakimu jangan bergerak. Biarkan perut yang bekerja.
    3. Tekan ke dalam bagian perut selama latihan.
    berikut beberapa contoh latihan ringan untuk perut.
    1. Sit-up dasar: Berbaring lah dengan lutut terlipat dan kaki rata menyentuh lantai. Letakan tangan di belakang kepala. Dengan menggunakan otot perut, angkat bahumu. Kembali ke posisi semula dan ulangi 10-12 kali.
    2. Berlatih dengan handuk. Berdiri tegak pegang sebuah handuk kecil di atas kepala. Kencangkan perut dan bentuk gerakan melingkar besar dengan handukmu, ulangi 8-10 kali dan putar ke arah sebaliknya.
    3. latihan dengan bola, Duduk diatas bola dan, gerakan kaki sehingga bola menggelinding perlahan ke punggung. Jika badanmu sudah paralel dengan lantai letakkan tangan ke belakang kepala. Kemudian dengan menggunakan otot perut angkat bahu kanan menjuju arah pinggul kiri. Kembali ke posisi paralel dan ulangi sisi sebaliknya.
    Latihan Praktis Untuk Mengecilkan Perut Buncit
    Memiliki perut keren, dan kencang merupakan dambaan bagi hampir setiap orang, namun untuk menjadikan perut memiliki bentuk yang ideal di perlukan sedikit usaha, tidak cukup hanya dengan sit-up ratusan kali sehari. Selain sit-up olahraga seperti jogging, renang, Aerobik, Jalan Santai juga bisa membantu mengecilkan perut Anda. Tapi, latihan sekeras mungkin juga nggak bakalan bikin perut kamu oke kalau nggak diimbangi sama diet untuk mengurangi timbunan lemak di daerah perut. Oke silahkan ikuti tips berikut ini untuk mendapatkan perut seperti yang Anda idamkan.
    Pertama pastinya, sit-up, cara pengecilan perut yang paling populer. Tapi sit-up ini lebih oke lagi kalau divariasikan dengan gerakan menyilang. Nggak hanya sekedar lurus ke atas dan ke bawah. Ketika bangun, siku kanan diarahkan ke kaki kiri, begitu juga sebaliknya secara bergantian.
    Sebelum banyak berlatih ada beberapa hal yang perlu kamu ingat untuk menghindari “kecelakaan”.
    1. Ketika sit-up jangan pernah menarik atau menekan bagian leper dan kepala.
    2. Usahakan kakimu jangan bergerak. Biarkan perut yang bekerja.
    3. Tekan ke dalam bagian perut selama latihan.
    Nah setelah kamu siap, berikut beberapa contoh latihan ringan untuk perut.
    1. Sit-up dasar: Berbaring lah dengan lutut terlipat dan kaki rata menyentuh lantai. Letakan tangan di belakang kepala. Dengan menggunakan otot perut, angkat bahumu. Kembali ke posisi semula dan ulangi 10-12 kali.
    2. Berlatih dengan handuk. Berdiri tegak pegang sebuah handuk kecil di atas kepala. Kencangkan perut dan bentuk gerakan melingkar besar dengan handukmu, ulangi 8-10 kali dan putar ke arah sebaliknya.
    3. latihan dengan bola, Duduk diatas bola dan, gerakan kaki sehingga bola menggelinding perlahan ke punggung. Jika badanmu sudah paralel dengan lantai letakkan tangan ke belakang kepala. Kemudian dengan menggunakan otot perut angkat bahu kanan menjuju arah pinggul kiri. Kembali ke posisi paralel dan ulangi sisi sebaliknya.

    Komunikasi

    Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.

    Sejarah komunikasi

    Pada awalnya, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan. [1].

    Pada binatang, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya "otak reptil" menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain "tingkat tinggi".

    Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.

    Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.

    Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industiralisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri.

    Komponen komunikasi

    Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:

    * Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
    * Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
    * Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
    * Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
    * Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
    * Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")

    Proses komunikasi

    Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.

    1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
    2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.

    media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan

    1. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
    2. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

    Teknologi komunikasi

    Dalam telekomunikasi, komunikasi radio dua-arah melewati Atlantik pertama terjadi pada 25 Juli 1920.

    Dengan berkembangnya teknologi, protokol komunikasi juga turut berkembang, contohnya, Thomas Edison telah menemukan bahwa "halo" merupakan kata sambutan yang paling tidak berambiguasi melalui suara dari kejauhan; kata sambutan lain seperti hail dapat mudah hilang atau terganggu dalam transmisi.

    Batasan dalam komunikasi

    Batasan dalam komunikasi termasuk:

    1. Bahasa
    2. Penundaan waktu
    3. Politik

    Referensi

    1. ^ (id) Larry Gonick, Kartun (non) Komunikasi, guna dan salah guna informasi dalam dunia modern. Kepustakaan Populer Gramedia, Juli 2007. (diterjemahkan dari Guide to (non) Communication HarperClollins Publisher, Inc copyright 1993. ISBN 978-979-9100-75-7

    Witzany, Guenther. "The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007). [1] Dance, Frank. "The 'concept' of communication. Journal of Communication, 20, 201-210 (1970). [2] Witzany, Guenther. "The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007).

    [2] Witzany, Guenther. "The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007).

    http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi

    Implementasi Fungsi Organisasi

    Menurut Para Ahli

    1. Louis Allen (POLC)
    Planning (Merencanakan)
    *Organizing (Menyusun)
    Leading (Memimpin)*
    Controlling* (Mengawasi/meneliti)
    2. Harold Koontz and Cyril O’Donnell (POSDLC)
    Planning* (Perencanaan)
    Organizing (Pengorganisasian)*
    Staffing* (Penyusunan Pegawai)
    Directing (Pengarahan)*
    Leading (Memimpin)*
    Controlling* (Pengendalian)
    3. Luther Gulick (POSDiCoRB)
    *Planning (Perencanaan)
    Organizing (Pengorganisasian)*
    Staffing* (Penyusunan Pegawai)
    Directing (Pengarahan)*
    Coordinating* (Pengkoordinasian)
    Reporting (Pembuatan laporan)*
    Budgeting* (Penganggaran)
    4. George R. Terry (POAC)
    Planning (Perencanaan)*
    Organizing* (Pengorganisasian)
    Actuating (Pelaksanaan)*
    Controlling* (Pengendalian)

    Dari beberapa pendapat para penulis di atas dapat dikombinasikan, fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:
    Planning termasuk Budgeting
    perencanaan adalah penentu an serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diingin-kan.
    fungsi perencanaan sudah termasuk didalamnya penetapan budget. Oleh karenanya lebih tepat bila perencanaan atau planning dirumuskan sebagai penetapan tujuan, policy, prosedur, budget, dan program dari suatu organisasi. Jadi dengan fungsi planning termasuk budgeting yang dimaksudkan fungsi manajemen dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi, menetapkan peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman pelaksanaan yang harus dituruti, dan menetap-kan ikhtisar biaya yang diperlukan dan pemasukan uang yang diharapkan akan diperoleh dari rangkaian tindakan yang akan dilakukan.
    Organizing
    Dengan Organizing dimaksud mengelompokan kegiatan yang diperlukan, yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam organisasi, serta menetapkan kedudukan dan sifat hubungan antara masing-masing unit tersebut.
    Organisasi atau pengorganisasian dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas manajemen dalam mengelompokan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas-aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.

    Staffing atau Assembling resources

    Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
    Organizing dan Staffing merupakan dua fungsi manajemen yang sangat erat hubungannya. Organizing yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi, sedangkan staffing berhubungan dengan penerapan orang-orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada dalam organisasi tersebut.
    Leading

    Istilah leading, yang merupakan salah satu fungsi manajemen sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak. Pekerjaan leading, meliputi lima macam kegiatan, yakni 1) mengambil keputusan, 2) mengadakan komunikasi, 3) memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak, 4) memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta 5) memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    Controlling

    Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud mencapai tujuan yang sudah yang sudah digariskan semula.
    Directing atau Commanding

    Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
    Directing atau Commanding merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasikan kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju kepada realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya.

    Dengan demikian di dalam prakteknya pendapat George R Terry lebih banyak dijadikan acuan, hal itu dikarenakan fungsi2 dasar manajemen yang dikemukakan para ahli lainnya sudah tercakup didalam keempat fungsi dasar manajemen yang dikemukakan oleh George R terry.
    dikutip dari :
    http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/implementasi-fungsi-manajemen-poac-dalam-diri-pribadi-sebagai-seorang-mahasiswa/

    Pengertian Budaya Organisasi

    Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
    Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :
    a. Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
    b. Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
    c. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
    d. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.

    e. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi dalam
    penelitian ini adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

    Sumber-sumber Budaya Organisasi

    Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

    1. Pengaruh umum dari luar yang luas
    Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
    2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
    Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
    3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
    Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.

    Fungsi Budaya Organisasi

    Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
    a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
    b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
    c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
    d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
    e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

    Ciri-ciri Budaya Organisasi
    Menurut Robbins (1996:289), ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah:
    1. Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
    2. Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
    3. Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
    4. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
    5. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
    6. Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
    7. Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.
    Dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini, akan diperoleh gambaran majemuk dari budaya organisasi itu. Gambaran ini menjadi dasar untuk perasaan pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu, bagaimana urusan diselesaikan di dalamnya, dan cara para anggota berperilaku (Robbins, 1996 : 289).

    Tipologi Budaya
    Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi :

    1. Akademi
    Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
    2. Kelab
    Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.

    3. Tim Bisbol
    Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat
    besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.

    4. Benteng
    Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.

    Labels: Manajemen Sumber Daya Manusia
    Sumber : http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/teori-budaya-organisasi.html